Menuju NTT Bebas Rabies, Undana Gandeng Pusat Riset Jepang Tingkatkan Diagnostik

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, KUPANG – Upaya mewujudkan Nusa Tenggara Timur (NTT) bebas rabies terus diperkuat. universitas Nusa Cendana (Undana) menggandeng lembaga riset dari Jepang untuk meningkatkan kemampuan diagnostik penyakit hewan, khususnya rabies yang hingga kini masih menjadi ancaman kesehatan di wilayah tersebut.

Kolaborasi internasional itu diwujudkan melalui Rabies Diagnostic Training Program, sebuah pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan hewan dalam mendeteksi virus rabies secara cepat, tepat, dan sesuai standar laboratorium internasional.

Program ini merupakan kerja sama antara Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan Undana dengan Center for Animal Disease Control (CADIC) Jepang.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Rektor Undana, Prof. Jefri S. Bale, pada Senin (9/3/2026) di Gedung Dekanat Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan Undana di Kupang.

Menurut Prof Jefri, penguatan kemampuan diagnostik menjadi langkah penting dalam mempercepat penanganan kasus rabies di daerah. Pasalnya, rabies merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia dan berpotensi menyebabkan kematian bila tidak ditangani dengan cepat.

“Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen Undana untuk berkontribusi nyata dalam upaya pengendalian rabies di NTT. Kolaborasi dengan mitra internasional diharapkan memperkuat kapasitas ilmiah dan teknis kita di daerah,” kata Prof Jefri.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan Undana, Dr. dr. Christina Olly Lada, S.Ked., M.Gizi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama akademik antara Undana dan CADIC yang telah terjalin sejak tahun 2022.

Ia menilai peningkatan kemampuan diagnostik sangat penting dalam memperkuat sistem pengendalian rabies, terutama di daerah yang masih menghadapi kasus penyakit tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari para peneliti Jepang. Pelatihan ini diharapkan dapat mempercepat respons penanganan rabies sekaligus meningkatkan kualitas penelitian kesehatan hewan di NTT,” ujarnya.

Transfer Teknologi dari Jepang

Direktur CADIC Universitas Miyazaki, Ayako Yoshida, mengatakan pihaknya membawa pengalaman dan teknologi diagnostik rabies yang selama ini dikembangkan di Jepang.

Teknologi tersebut dibagikan kepada para akademisi dan tenaga kesehatan hewan di NTT melalui sesi pelatihan teori dan praktik laboratorium.

Selain Yoshida, kegiatan ini juga menghadirkan pakar Veterinary Public Health Kentaro Yamada serta peneliti dari Japan Institute for Health Security, Akitoyo Hotta.

Para peserta tidak hanya mengikuti pemaparan materi, tetapi juga melakukan praktik langsung teknik diagnostik rabies di laboratorium milik Dinas Peternakan Provinsi NTT.

Perkuat Sistem Pengendalian Rabies

Program pelatihan yang berlangsung hingga 13 Maret 2026 ini melibatkan akademisi Undana, pakar internasional, serta tenaga dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Laboratorium Veteriner Dinas Peternakan NTT.

Melalui penguatan sumber daya manusia dan fasilitas laboratorium, Undana berharap dapat menjadi salah satu pusat rujukan diagnostik penyakit hewan di kawasan timur Indonesia.

Langkah ini diharapkan menjadi bagian penting dalam mendukung target jangka panjang pemerintah daerah, yakni mewujudkan NTT bebas rabies di masa mendatang.

Komentar Anda?

Related posts