PORTALNTT.COM, ENDE – Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menyalurkan bantuan senilai Rp 1 miliar untuk masyarakat yang terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026).
Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gerindra NTT yang juga Wakil Ketua DPRD NTT, Fernando Jose Osorio Soares, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas Partai Gerindra terhadap masyarakat yang tengah menghadapi bencana.
“Partai Gerindra memberikan donasi sebesar Rp 1 miliar untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak gempa di Flores,” kata Fernando, Minggu (16/8/2026).
Menurut dia, bantuan tersebut berasal dari dua unsur pimpinan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra memberikan bantuan Rp 500 juta, sementara Bendahara Umum DPP Partai Gerindra memberikan bantuan sebesar Rp 500 juta.
Dengan demikian, total bantuan yang disiapkan Partai Gerindra mencapai Rp 1 miliar.
Fernando mengatakan bantuan tidak hanya diberikan dalam bentuk uang tunai. Partai Gerindra juga segera mengirimkan sejumlah kebutuhan mendesak yang diperlukan masyarakat di lokasi bencana.
Bantuan tersebut antara lain berupa tenda untuk tempat berlindung, selimut, serta obat-obatan.
“Kita tidak hanya mengirimkan uang. Bantuan berupa tenda, selimut, obat-obatan dan kebutuhan lainnya juga segera dikirim ke wilayah terdampak,” ujar Fernando.
Prihatin dengan Kondisi Warga
Fernando menyampaikan keprihatinannya atas bencana yang melanda sejumlah wilayah di Flores. Menurut dia, situasi yang dihadapi masyarakat saat ini membutuhkan gerak cepat, terutama untuk memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi.
Ia meminta seluruh kader dan anggota Fraksi Gerindra di NTT untuk turun langsung membantu masyarakat di wilayah masing-masing.
“Kita harus hadir di tengah masyarakat. Ini bukan waktunya untuk saling menyalahkan, tetapi bagaimana semua pihak bergerak bersama membantu warga yang sedang mengalami kesulitan,” katanya.
Fernando juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah serta petugas di lapangan, terutama karena gempa susulan masih terjadi.
47 Orang Meninggal Dunia
Gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 04.58 WIB. BMKG kemudian mengakhiri peringatan dini tsunami setelah melakukan pemantauan terhadap kondisi muka laut. Masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Berdasarkan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Sabtu malam, jumlah korban meninggal dunia mencapai 47 orang. Sekitar 2.000 warga mengungsi akibat kerusakan rumah dan kekhawatiran terhadap gempa susulan.
Kerusakan juga terjadi pada rumah warga, sekolah, fasilitas kesehatan, rumah ibadah, serta sejumlah fasilitas umum. Laporan mengenai kondisi di lapangan masih terus diperbarui karena sejumlah wilayah terdampak mengalami gangguan akses akibat longsor dan kerusakan infrastruktur.
Sejumlah daerah seperti Maumere, Nagekeo, Ngada dan wilayah lain di Flores dilaporkan mengalami dampak cukup berat. Upaya pencarian dan evakuasi terus dilakukan oleh tim gabungan.
Selain korban jiwa, masyarakat menghadapi kehilangan tempat tinggal, terganggunya aktivitas ekonomi, kerusakan fasilitas umum, serta kebutuhan mendesak berupa tempat berlindung, makanan, air bersih dan pelayanan kesehatan.
Hingga kini, belum tersedia angka kerugian ekonomi secara keseluruhan yang final karena proses pendataan kerusakan masih berlangsung di sejumlah wilayah. Pemerintah dan lembaga terkait masih melakukan verifikasi untuk menghitung total kerugian akibat bencana.
Gerindra Minta Semua Kader Bergerak
Fernando menegaskan, bantuan Rp 1 miliar tersebut merupakan bagian dari upaya Partai Gerindra untuk ikut meringankan beban masyarakat.
Ia berharap bantuan yang dikirim dapat segera diterima warga yang paling membutuhkan, terutama mereka yang kehilangan rumah atau masih bertahan di lokasi pengungsian.
“Yang paling penting sekarang adalah keselamatan masyarakat. Kita harus bergerak cepat, membantu sesuai kebutuhan dan memastikan masyarakat tidak merasa sendirian menghadapi bencana ini,” ujar Fernando.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat di NTT untuk memperkuat solidaritas dan gotong royong dalam membantu korban gempa.
Menurut dia, proses pemulihan pascabencana tidak akan selesai dalam waktu singkat. Karena itu, dukungan terhadap masyarakat Flores perlu dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan.
“Flores adalah bagian dari kita. Saat masyarakat Flores sedang mengalami musibah, kita semua harus hadir dan bergandengan tangan membantu mereka bangkit,” kata Fernando.







