Penulis: Daniel Timu
PORTALNTT.COM, ROTE NDAO – Suasana penuh sukacita dan harapan menyelimuti jemaat di Dusun Lutulaee, Desa Tolama, Kecamatan Loaholu, saat peletakan batu pertama pembangunan Gedung Gereja GMIT Ebenhazer Lutulae yang resmi dilaksanakan dengan ibadah yang dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Klasis Rote Barat Laut, pada, Senin (11/5/2026).
Momentum bersejarah ini menjadi tanda dimulainya pembangunan rumah ibadah yang selama ini menjadi harapan besar jemaat dan masyarakat setempat. Prosesi peletakan batu pertama berlangsung khidmat, dihadiri juga oleh Ketua Majelis Klasis Rote Barat Laut, Pdt. Yohanis Nehemia Lolo, S.Th, juga Plt. Camat Loaholu Herianus Lengga, SE, M.AP, Kepala Desa Tolama Julius Elimanafe, Ketua Majelis Jemaat Telunulu-Lutulae, Pdt. Yopi Sakan, S.Th, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda gereja, serta jemaat yang datang dengan penuh antusias.
Ketua Majelis Klasis (KMK) Rote Barat Laut dalam kotbahnya dengan mengutip firman Allah dari Kitab Yakobus Pasal 4 Ayat 13-17, mengangkat Tema “Membangun Dengan Melibatkan Tuhan”. Dalam kotbahnya, Pdt. Yohanis Lolo menyampaikan bahwa pembangunan gereja bukan hanya tentang mendirikan bangunan fisik, tetapi juga membangun kehidupan iman, persaudaraan, dan pelayanan yang semakin kuat di tengah jemaat dan harus tetap mengutamakan Tuhan Yesus.
“Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sia lah orang yang membangunnya. Artinya kalo tidak libatkan Tuhan, hanya andalkan kepintaran sendiri maka pasti pembangunan tidak akan berjalan baik,” ucap Pdt. Yohanis Nehemia Lolo, S.Th, Ketua Majelis Klasis Rote Barat Laut.
“Gereja harus menjadi tempat yang menghadirkan kasih, persatuan, dan pengharapan bagi jemaat. Karena itu pembangunan ini harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh jemaat,” lanjut Pdt Yohanis Lolo, Penuh Harap.
Sementara itu, Plt. Camat Loaholu, Herianus Lengga, SE, M.AP dalam sambutannya juga memberikan apresiasi atas semangat kebersamaan jemaat GMIT Ebenhazer Lutulae yang dinilai mampu menjaga budaya gotong royong dan persatuan di tengah masyarakat. Ia berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar hingga selesai dan nantinya menjadi pusat pembinaan iman bagi generasi muda.
“Pemerintah tentu mendukung penuh pekerjaan pembangunan gedung gereja ini akan selesai tepat waktu sesuai yang dikehendaki oleh Tuhan. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan jemaat hari ini adalah kekuatan besar dalam membangun daerah,” ujar Herianus Lengga, SE, M.AP, Plt. Camat Loaholu.
“Kita yakin apa yang kita buat Tuhan tau dan Tuhan menghendaki dan menyertai apabila ada iman. Saya yakin melalui iman jemaat disini, maka Gereja ini pasti akan sukses dibangun,” lanjut Plt. Camat Loaholu, penuh motivasi.
Sementara itu, Abraham Mbau selaku Ketua Panitia Pembangunan GMIT Ebenhazer Lutulae dalam sambutannya juga menjelaskan terkait sejarah awal berdirinya GMIT Ebenhazer Lutulae. Abraham Mbau menceritakan bahwa GMIT Ebenhazer Lutulae telah berdiri sejak tahun 2000 lalu yang waktu itu jemaatnya masih sedikit.
Namun seiring berjalannya waktu, pertumbuhan jemaat di GMIT Ebenhazer Lutulae terus meningkat dengan baik, hingga akhirnya Gedung Gereja yang ada sudah tidak bisa memenuhi kebutuhan jumlah jemaat yang kini telah sebanyak 90 Kepala Keluarga dengan Jemaat sebanyak 382 orang.
Prosesi peletakan batu pertama dilakukan oleh Ketua Majelis Klasis Rote Barat Laut, Pdt Yohanis Nehemia Lolo, S.Th, di ikuti oleh Plt. Camat Loaholu, Herianus Lengga, SE, M.AP. Jemaat yang hadir bahagia menyaksikan dimulainya pembangunan gereja yang diharapkan dapat menjadi tempat pelayanan yang nyaman dan representatif.
Pembangunan Gedung Gereja GMIT Ebenhazer Lutulae juga menjadi simbol nyata bahwa kekuatan iman dan persatuan masyarakat tetap tumbuh kokoh di tengah berbagai tantangan zaman. Dengan semangat kebersamaan, jemaat optimistis pembangunan gereja dapat berjalan sesuai harapan dan menjadi berkat bagi banyak orang.







