PORTALNTT.COM, KUPANG – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Anita Jacoba Gah, kembali menorehkan capaian besar bagi dunia pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Melalui perjuangan gigih dan komitmennya memperjuangkan akses pendidikan yang merata, Anita berhasil memastikan sekitar 500 ribu siswa di NTT menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) dengan total anggaran mencapai lebih dari Rp300 miliar.
Dana PIP tersebut disalurkan kepada siswa dari jenjang SD hingga SMA/SMK di seluruh kabupaten dan kota di NTT. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dalam memberikan dukungan biaya pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu, agar tidak ada anak di NTT yang putus sekolah karena keterbatasan ekonomi.
“Bagi saya ini masih sangat kurang. Saya juga mau minta tolong Pak Kadis Pendidikan berikan kepada saya, berapa sebenarnya PIP yang kita butuhkan se NTT tiap tahun,” ungkap Anita Gah dalam kegiatan kunjungan kerja Komisi X, sosialisasi dan percepatan program Indonesia Pintar di SMK Negeri 3 Kota Kupang, Selasa (11/11/2025).
Anita menegaskan, perjuangan menghadirkan dana PIP untuk NTT bukan perkara mudah. Diperlukan koordinasi intens antara Komisi X DPR RI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), serta pemerintah daerah.
“Saya selalu menekankan bahwa pendidikan adalah pintu keluar dari kemiskinan. Karena itu, perjuangan ini harus terus dilanjutkan,” tegasnya.
Politisi asal Partai Demokrat itu juga mengapresiasi para kepala sekolah, guru, dan dinas pendidikan di kabupaten/kota yang telah membantu memastikan penyaluran PIP berjalan lancar dan tepat sasaran.
Namun, Anita Gah memberikan perhatian terhadap perbankan, BRI dan BNI sebagai penyalur dana PIP.
“Saya mendapatkan banyak pengeluhan tentang dana PIP yang tidak bisa dicairkan. Seperti di Melolo dan Lewa Kabupaten Sumba Timur dan juga di Kabupaten Sumba Tengah, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya. Daerah-daerah yang sulit dijangkau,” tegas Anita Gah, Anggota DPR RI sejak tahun 2004.
Dengan realisasi dana PIP senilai lebih dari Rp300 miliar, Anita berharap agar para penerima manfaat dapat memanfaatkannya secara bijak untuk kebutuhan pendidikan, seperti membeli perlengkapan sekolah, seragam, dan buku.
“Perjuangan ini belum selesai. Kita akan terus mendorong peningkatan alokasi agar semakin banyak anak di NTT yang bisa menikmati pendidikan tanpa hambatan ekonomi,” pungkasnya.
PIP Lahir Dari Kebijakan Program Pro Rakyat Presiden SBY
Anita menegaskan bahwa Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan program pro rakyat yang lahir dari kebijakan Presiden keenam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sejak tahun 2004 melalui Program Bantuan Siswa Miskin (BSM).
Program tersebut kemudian dilanjutkan oleh presiden-presiden berikutnya karena dinilai sangat bermanfaat dan berpihak kepada rakyat kecil.
“PIP ini sejatinya adalah kelanjutan dari Program Bantuan Siswa Miskin yang digagas Pak SBY sejak tahun 2004. Program ini sangat bagus karena berpihak kepada masyarakat miskin dan memberi kesempatan bagi anak-anak dari keluarga sederhana untuk tetap bersekolah,” tegas Anita Gah.
Menurutnya, keberlanjutan program ini menjadi bukti bahwa kebijakan yang berpihak kepada rakyat selalu relevan lintas pemerintahan.
“Siapa pun presidennya, kalau program itu bagus dan pro rakyat, harus kita dukung dan teruskan. PIP adalah salah satu bukti nyata,” pungkasnya.







