Polres Rote Ndao Amankan 6 orang Imigran Gelap Asal Cina

  • Whatsapp

Penulis: Daniel Timu

Editor: Jefri Tapobali

PORTALNTT.COM, ROTE NDAO – Kepolisian Resort Rote Ndao berhasil mengamankan 6 orang Imigran gelap asal Cina pada, Minggu (4/5/2025). Para imigran tersebut sebelumnya dipulangkan oleh otoritas Australia karena memasuki wilayah perairan Australia tanpa ijin.

Ke-6 orang Imigran gelap tersebut ternyata telah berhasil masuk wilayah Indonesia sejak 30 April 2025 lalu dengan dibantu oleh 4 orang nelayan asal Sulawesi Tenggara untuk di antarkan menuju Australia. Namun setelah kedapatan memasuki wilayah perairan Australia, pada 02 Mei 2025, kapal SIRISI – PASRA 007 yang ditumpangi oleh para Imigran dan Nelayan tersebut ditemukan dan ditahan oleh Polisi perbatasan Autralia, sehingga kapal dan seluruh penumpang di tahan dan dilakukan pemeriksaan.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Polisi Australia, didapati bahwa ke-6 warga negara China tidak memiliki Passport (Ilegal) sehingga Kapal SIRISI – PASRA 007 tersebut di bakar oleh Polisi penjaga perbatasan Australia. Akhirnya para Imigran Ilegal dan ABK diberikan sebuah Kapal Viber tanpa nama dan bendera untuk dipulangkan ke Indonesia dengan dibekali Peta menuju ke indonesia, juga makanan dan minuman serta Bahan Bakar Minyak secukupnya.

Hingga pada, Minggu (4/5/2025) sekitar pukul 09.00 WITA, ditemukan sebuah Kapal Viber warna putih tanpa nama dan bendera yang membawa 6 orang imigran ilegal asal Cina dan 5 orang ABK asal Sulawesi Tenggara di Pelabuhan Batutua, Desa Batutua, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao.

Alhasil, anggota piket Polsek Rote Barat Daya mendapatkan informasi dari Bhabinkamtibmas Desa Batutua Aipda Edy Suryadi bahwa terlihat sebuah kapal tanpa nama dan bendera yang mencurigakan sedang menuju ke pelabuhan batutua. Kemudian Polsek Rote Barat Daya sampai di TKP dan melakukan pemeriksaan terhadap para ABK kapal yang berjumlah 5 orang dan warga negara asal China (imigran ilegal) 6 orang.

Kapolres Rote Ndao, AKBP Mardiono S.ST, M.KP saat dikonfirmasi media ini melalui Kasubbag Humas Polres Rote Ndao, Aipda Onny Mbolik, menjelaskan bahwa karna terkendala cuaca ekstrim, kapal tersebut pun di arahkan untuk berlabuh di pelabuhan rakyat, di Desa Oebou, Kecamatan Rote Barat Daya.

“Karna cuaca ekstrim dan gelombang besar sehingga kapal itu kesulitan untuk berlabuh di Pelabuhan Batutua. Jadi Pak Kapolres perintahkan agar membawa Kapal tersebut ke pelabuhan rakyat di Desa Oebou,” jelas Aipda Onny Mbolik, Kasubsi Penmas Humas Polres Rote Ndao.

Usai tiba di pelabuhan Oebou, Ke- 6 orang imigran ilegal asal China dan 5 orang ABK asal Sulawesi diturunkan dan dibawa ke Mako Polres Rote Ndao menggunakan Dum Truck Dalmas Polres Rote Ndao guna dilakukan pengamanan dan pemeriksaan.

Diketahui para imigran gelap asal Cina tersebut adalah You Zhang (Laki-laki), Shangeo Li (Laki-laki), Yu Zhang (Laki-laki), Jun Li (Laki-laki), Yan Ma (Perempuan) dan Yousifu Ma (Laki-laki). Sementara para para ABK asal Sulawesi Tenggara antara lain ; Karno (35 tahun), Yosep (45 Tahun), Terling (31 Tahun), Sarisi (47 tahun), dan Sain (57 Tahun).

Untuk diketahui bahwa ini adalah kesekian kalinya Polres Rote Ndao berhasil mengamankan para Imigran gelap yang melintasi perairan Rote Ndao menuju Australia. Para Imigran gelap tersebut berasal dari berbagai negara, yakni India, Bangladesh, Irak, Cina dan beberapa negara lainnya.

Komentar Anda?

Related posts