PORTALNTT.COM, KUPANG – Kepemimpinan tidak selalu ditunjukkan dari balik meja kerja. Bagi Direktur Operasional dan Teknologi Informasi (Ops dan TI) Bank NTT, Rahmat Saleh, semangat memberi teladan juga hadir di lapangan olahraga.
Di tengah padatnya agenda mengawal operasional dan transformasi digital Bank NTT, Rahmat Saleh masih menyisihkan waktu untuk menjaga kebugaran. Hasilnya bukan sekadar tubuh yang tetap bugar, tetapi juga prestasi yang membanggakan. Pada Bank NTT Futsal Championship 2026 dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Bank NTT, ia tampil sebagai Top Skor turnamen dengan raihan 9 gol.
Pencapaian itu terasa istimewa. Di usia 50 tahun, Rahmat Saleh masih mampu bersaing dengan para pemain yang jauh lebih muda. Ketajaman membaca permainan, penempatan posisi yang tepat, serta penyelesaian akhir yang efektif membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang kompetisi.
Prestasi individu tersebut sekaligus mengantar tim Direktorat TI & Ops bersama Direktorat Utama meraih gelar Juara I kategori putra. Tim ini tampil konsisten sejak fase awal hingga partai final, mengungguli KC Oelamasi yang finis di posisi kedua dan Direktorat Dana & Treasury di peringkat ketiga.
Bagi Bank NTT, turnamen futsal bukan sekadar ajang mencari pemenang. Kompetisi ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-64 yang mengusung tema “Bersama Menuju Puncak”, sekaligus menjadi ruang mempererat kebersamaan antarpegawai, membangun kerja sama lintas unit, serta menanamkan budaya hidup sehat di lingkungan kerja.
Semangat kompetitif yang tercipta di lapangan menjadi cerminan budaya kerja yang terus dibangun Bank NTT. Setiap peserta bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas, saling menghormati, dan memperlihatkan kekompakan sebagai satu keluarga besar.
Selain kategori putra, KCU Kupang berhasil keluar sebagai juara pada kategori putri, disusul Kantor Pusat sebagai runner-up dan KCK Kupang di posisi ketiga. Sementara pada kategori outsourcing, Kantor Pusat 1 meraih gelar juara, diikuti KCU Kupang dan Kantor Pusat 2.
Panitia juga memberikan penghargaan individu kepada Kadiv Corsec sebagai Best Player, sedangkan penghargaan Best Goalkeeper diraih oleh kiper putri KCU Kupang.
Di balik raihan trofi dan medali, kisah Rahmat Saleh menjadi salah satu cerita yang paling menarik dalam turnamen ini. Ia membuktikan bahwa produktivitas tidak berhenti ketika usia bertambah. Justru pengalaman, kedisiplinan, dan komitmen menjaga kesehatan menjadi modal untuk tetap tampil prima.
Apa yang ditunjukkannya di lapangan sejalan dengan perannya di kantor. Sebagai Direktur Ops dan TI, Rahmat Saleh dikenal aktif mengawal peningkatan kualitas layanan dan transformasi digital Bank NTT. Sementara di lapangan futsal, ia memperlihatkan semangat pantang menyerah, kerja sama tim, dan daya juang yang sama kuatnya.
Gelar Top Skor yang diraihnya bukan semata soal banyaknya gol yang tercipta. Lebih dari itu, penghargaan tersebut menjadi simbol bahwa semangat untuk terus berprestasi tidak mengenal batas usia. Sebab, produktif di kantor dan tajam di lapangan dapat berjalan beriringan ketika dedikasi, disiplin, dan kecintaan terhadap hidup sehat tetap dijaga.







