Program JKN Beri Harapan Baru Bagi Yansen

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, MAUMERE – Desa Nitakloang, Kabupaten Maumere, menjadi saksi akan cerita yang mengharukan dari Yansen Laka (61), seorang petani yang mengalami perjalanan menakjubkan berkat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ditemani istrinya yang sedang menjalani pemeriksaan mata di Rumah Sakit St Elisabeth Lela, Yansen dengan raut wajah penuh harap mengungkap bagaimana JKN telah menjadi penyelamat bagi perjalanan kesehatan keluarganya.

“Istri saya hari ini diminta untuk mengecek matanya karena akan dilakukan tindakan operasi. Kemarin dokter mata menyarankan istri saya untuk operasi. Syukurlah kami sudah jadi Peserta JKN, jadi semua sudah ditanggung Program JKN. Saya pun berharap operasi mata istri saya akan berjalan lancar dan penglihatan istri saya dapat normal kembali”, ujar pria yang akrab disapa Yansen ini dengan penuh harap.

Yansen menyampaikan keberadaan Program JKN sangat membantu masyarakat, karena pada umumnya biaya pengobatan relatif besar. Apalagi biaya operasi mata sang istri yang akan dilaksanakan tidaklah sedikit. Tentunya ini sangat meringankan dan tidak membuatnya harus berhutang sana-sini untuk biaya tindakan operasi mata sang istri.

“Kami benar-benar bersyukur sekali dan terbantu, karena pada saat dokter menyarankan istri saya untuk melakukan operasi mata, kami tidak pusing memikirkan biaya. Hari ini pun kami mengecek mata semua ditanggung Program JKN. Saya tidak bisa membayangkan kalau belum menjadi Peserta JKN, dari mana saya dapat membayar semua biaya operasi”, tutur Yansen.

Warga Desa Nitakloang, Kabupaten Maumere ini mengaku kalau pekerjaannya sebagai petani hanya mampu mencukupi kehidupan sehari-hari saja. Ia juga mengaku tidak mampu jika harus mengeluarkan biaya besar. Menjadi Peserta JKN baginya adalah sebuah anugerah, karena ia dan anggota keluarga sudah terjamin kesehatannya.

“Saya bersyukur karena sudah menjadi Peserta JKN, karena saya dan keluarga merasa terlindungi. Jika sakit kami cukup menunjukkan identitas diri dan sudah bisa dilayani sampai sembuh. Pelayanan dokter dan perawat disini sangat baik, mereka ramah sekali”, tambah Yansen.

Selain itu Yansen mengaku pernah mendapat tindakan operasi usus buntu dan pada saat itu ia menggunakan Program JKN. Operasi usus buntu adalah operasi pembedahan untuk mengangkat Apendiks yang bermasalah. Apendiks merupakan kantong kecil berbentuk tabung yang menempel di usus besar, lokasinya di sisi kanan bawah perut. Usus buntu yang dialami Yansen menyebabkan rasa sakit di bagian kanan bawah perut dan sangat

mengganggu aktivitasnya.

Sambil mengenang kisahnya, ia pun mengatakan pada saat itu tidak membayar biaya operasi dan pelayanan kesehatan yang ia peroleh sangat memuaskan. Ia pun akhirnya bisa sembuh dan beraktivitas seperti sediakala di kebun.

“Dulu saya pernah dapat tindakan operasi usus buntu. Semua ditanggung Program JKN, tidak ada biaya yang saya keluarkan. Saya dan keluarga sudah jadi Peserta JKN waktu itu. Kami pun menggunakan untuk berobat baik berobat besar atau kecil. Kalau ada anggota keluarga sakit batuk pilek kami selalu pakai Program JKN. Kami pun merasa puas dengan pelayanan yang kami peroleh sebagai Peserta JKN karena pelayanan dokter dan perawatnya sangat baik”, cerita Yansen.

Diakhir perbincangan Yansen mengucapkan terimakasih kepada pemerintah yang telah mendaftarkannya dan anggota keluarga menjadi Peserta JKN. Ia pun berharap Program JKN ini terus berlangsung, semua bagian di dalamnya memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat.

“Saya berterima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka, karena saya dan keluarga sudah terjamin kesehatannya. Kami sudah didaftarkan menjadi Peserta JKN. Semoga Program JKN ini terus memberikan pelayanan yang terbaik, sehingga kami seluruh masyarakat dapat menikmati kesehatan dengan baik”, tutup Yansen. (si)

Komentar Anda?

Related posts