Program JKN Lindungi Ratusan Juta Masyarakat Indonesia

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, MAUMERE – Menjadi seorang prajurit TNI-AD harus siap dengan konsekuensi ditempatkan di seluruh Indonesia.

Hal ini pula yang dirasakan Emiliano Gusmao (39) yang sebelumnya bertugas di Makassar dan kini bertugas di Kodim 1603 Sikka Maumere.

Ditemui di sela-sela kesibukannya, dirinya diketahui telah melakukan perpindahan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dikarenakan akan berobat. Emil mengaku, beberapa waktu lalu ia memang merasakan sakit sehingga butuh untuk berobat.

“Saya sebelumnya bertugas di Makassar dan baru-baru ini sakit, butuh untuk berobat. Jadi saya pun mengurus pindah faskes melalui Pelayanan Administrasi Melalui Whatsapp (PANDAWA). Untung saja bisa digunakan mengingat sakit datang tiba-tiba, menjadi peserta JKN buat saya menjadi lega,” cerita Emil, Jumat (06/01).

Ia mendapatkan informasi bahwa saat ini tidak perlu lagi membawa kartu BPJS Kesehatan karena cukup dengan KTP. Saat berobat pun ia tidak mendapat kesulitan hanya dengan menunjukkan KTP dan ia langsung dilayani di Puskesmas Beru tempat faskes dimana ia baru terdaftar.

“Puji Tuhan saya langsung mendapat pelayanan kesehatan di Puskesmas hanya dengan menunjukkan KTP. Kalau antre itu wajar karena yang sakit pada saat itu tidak hanya saya sendiri. Menurut saya tidak susah atau ribet seperti banyak isu yang selama ini saya dengar,” ucap Emil.

Emil mengaku sangat bersyukur karena ia dan keluarga sudah terjamin kesehatannya. Ia sangat mengapresiasi Program JKN yang selama ini berjalan dan telah banyak membantu masyarakat. Program JKN yang hadir di tengah masyarakat saat ini hadir untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

“Saya benar-benar bersyukur karena sudah jadi peserta JKN begitu pun dengan keluarga. Karena biaya untuk berobat setahu saya tidaklah sedikit. Jadi peserta JKN bukan berarti kita berharap sakit tetapi kita berharap bahwa kita dan anggota keluarga aman-aman saja dalam berkegiatan sehari-hari. Saya pun sering mendengar banyak sekali warga masyarakat yang terbantu dengan adanya program ini. Ada yang bercerita bahwa ayahnya sakit dan untung ada program ini sehingga keluarganya tidak terbebani dengan biaya pengobatan yang tidak sedikit”, tutur Emil yang merupakan Babinsa di desa Paga.

Emil pun berharap program ini akan terus ada dan berkesinambungan, karena banyak dampak hal baik yang terjadi karena program ini. Ia juga turut mengajak serta seluruh masyarakat yang belum menjadi peserta JKN untuk ikut serta dalam Program ini.

“Saya berharap program ini terus ada, terus berjalan lancar, karena menurut saya dengan dibantunya seseorang berobat sampai sembuh artinya bukan cuma satu orang nyawa yang diselamatkan tapi banyak nyawa, misalnya bapak yang sembuh dari sakitnya, maka ia pun bisa bekerja seperti biasa dan menyelamatkan nyawa istri dan anak-anaknya dengan nafkah yang ia berikan. Oleh karena it, saya mengajak seluruh masyarakat yang belum menjadi peserta JKN untuk ikut mendaftar, dengan begitu kita sudah melakukan satu hal baik yang bisa jadi membantu ribuan bahkan jutaan orang di luar sana,” tutupnya.

Komentar Anda?

Related posts