PORTALNTT.COM, KUPANG – Suasana penuh haru dan kebanggaan menyelimuti prosesi wisuda di Universitas Nusa Cendana. Dalam sambutannya yang penuh makna, Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale., M.Eng., menyampaikan pesan mendalam kepada 1.038 wisudawan yang resmi dilepas sebagai insan terdidik.
Menggunakan filosofi kuda dalam permainan catur, Rektor Undana mengajak para lulusan untuk tidak sekadar melangkah, tetapi melangkah dengan strategi. Menurutnya, kuda adalah satu-satunya bidak yang bergerak dengan cara berbeda melompat, menembus batas, dan sering kali menjadi penentu arah permainan.
“Dalam kehidupan, tidak semua langkah harus lurus. Ada saatnya kita harus berani mengambil jalur berbeda, selama itu dilakukan dengan cara yang tepat dan terhormat,” pesan Rektor di hadapan para wisudawan dan keluarga yang memadati Graha Undana, Kamis (26/2/2026).
Prof. Jefri menekankan bahwa dunia setelah kampus adalah “papan catur” yang sesungguhnya. Setiap keputusan harus diperhitungkan dengan matang. Salah langkah bisa berdampak panjang, namun langkah yang tepat di waktu yang tepat akan membuka peluang besar.
Lebih jauh, Rektor mengingatkan bahwa inovasi menjadi kunci di tengah perubahan zaman yang cepat. Lulusan Undana tidak cukup hanya mengandalkan ijazah, tetapi harus memiliki keberanian untuk berpikir kreatif, membaca situasi, dan menjaga integritas.
“Melompatlah dengan cerdas. Bergeraklah dengan martabat,” tegasnya.
Pesan tersebut disambut tepuk tangan meriah. Banyak wisudawan terlihat terharu, menyadari bahwa momen wisuda bukanlah garis akhir, melainkan titik awal perjalanan baru.
Di akhir sambutannya, Rektor Undana berharap seluruh lulusan mampu membawa nama baik almamater, menjadi agen perubahan di tengah masyarakat, serta tetap menjunjung nilai etika dan kehormatan dalam setiap langkah.
“Seperti kuda di papan catur, para wisudawan kini bersiap memasuki arena kehidupan, siap melompat, siap menentukan arah, dan siap menang dengan cara yang bermartabat,” pungkas Rektor Undana, Prof. Jefri S. Bale.







