Politisi Demokrat Desak Pemkot Kupang Kembalikan Bantuan Sekolah Gratis untuk Siswa SD dan SMP

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, KUPANG – Tragedi yang menimpa seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Ngada menjadi peringatan keras bagi pemerintah daerah untuk lebih peka terhadap kebutuhan dasar anak-anak, terutama dari keluarga kurang mampu. Di Kota Kupang, hal ini memicu seruan agar program bantuan pendidikan bagi siswa kembali dijalankan.

Politisi Partai Demokrat, Djunaedi Kana, secara tegas meminta Pemerintah Kota Kupang mengembalikan program-program pro rakyat di sektor pendidikan. Bantuan seragam, alat tulis, dan tas sekolah untuk siswa SD dan SMP dianggap menjadi prioritas yang mendesak.

“Sudah saatnya Pemkot memberi perhatian serius pada kebutuhan siswa. Bantuan seragam, alat tulis, dan tas sekolah perlu dihadirkan kembali sebagai program bantuan,” ujar Djunaidi Kana, Jumat (6/2/2026).

Bukan Sekadar Bantuan, Tapi Kehadiran Negara

Sebagai Sekretaris Fraksi Demokrat DPRD Kota Kupang, yang akrab disapa Eldi, Djunaidi menekankan bahwa bantuan ini bukan hanya material, tetapi juga simbol kehadiran negara dalam menjamin keadilan pendidikan.

“Setiap siswa punya hak belajar dengan nyaman tanpa merasa minder karena keterbatasan ekonomi keluarga. Dengan bantuan ini, psikologi anak akan lebih tenang dan percaya diri,” ujarnya.

Selain meringankan beban orang tua, program bantuan juga diyakini akan meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar. Anak-anak dapat fokus belajar tanpa tekanan sosial akibat perbedaan fasilitas pribadi di rumah.

Hentikan Pungutan yang Memberatkan Orang Tua

Djunaidi juga menyoroti praktik pungutan di sekolah yang masih kerap terjadi. Ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang menegaskan agar kepala sekolah dan komite tidak membebani orang tua dengan biaya tambahan.

“Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) harus benar-benar digunakan untuk kebutuhan siswa. Hingga kini masih ada laporan buku paket yang seharusnya dibayar BOS, tapi orang tua yang membeli sendiri,” tegasnya.

Momentum Perbaikan Kebijakan Pendidikan

Dorongan ini diharapkan menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Kupang untuk menata ulang kebijakan pendidikan yang berpihak pada anak. Langkah ini juga penting untuk mencegah tragedi serupa terulang di masa depan.

Sebagai catatan, bantuan seragam, sepatu, dan alat tulis gratis untuk 58 ribu siswa SD dan SMP di Kota Kupang pernah diberikan selama empat tahun, dari 2019 hingga 2022, ketika Kota Kupang dipimpin Jefri Riwu Kore. Program tersebut dibiayai dari efisiensi perjalanan dinas senilai Rp6 miliar.

Dengan kembalinya program ini, diharapkan anak-anak Kota Kupang dapat belajar dengan nyaman, orang tua terbantu, dan kualitas pendidikan meningkat secara menyeluruh.

Komentar Anda?

Related posts