Home / Daerah / Rubiah Mustan Paokuma : Tingkat Stunting di Kecamatan Nubatukan Masih Tinggi

Rubiah Mustan Paokuma : Tingkat Stunting di Kecamatan Nubatukan Masih Tinggi

216 Kali dibaca

Bagikan Halaman ini

[addtoany]
[addtoany]

PORTALNTT.COM, LEMBATA – Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Nubatukan, Rubiah Mustan Paokuma menyebutkan bahwa, tingkat penderita stunting di kecamatan Nubatukan masih tinggi.

“Di Kecamatan Nubatukan Masih Tinggi, terlebih di kelurahan Selandoro dan kelurahan Lewoleba Utara,” ungkap Rubiah Mustan kepada media ini saat Jambore PKK Tingkat Kecamatan Nubatukan tahun 2020, Kamis (24/9/2020).

Jambore PKK tingkat kecamatan tahun 2020 hari ini mengusung tema, Dengan semangat Jambore kita tingkatkan kualitas kinerja dan profesional kader untuk membantu pemerintah dalam pencegahan dan penanganan stunting menuju Nubatukan sehat dan cerdas.

Pada kesempatan yang sama, ketua panitia Jambore PKK Nubatukan, Maria Margaretha Resing mengatakan, kegiatan Jambore hari ini, kader PKK kecamatan Nubatukan menggelar berbagai perlombaan di antaranya Lomba Pidato, Penyuluhan dan Yel-yel.

“Lomba Penyuluhan itu ada pengisian formulir bagi bayi nol sampai 30 hari,” katanya.

Sementara untuk Peserta yang ikut, untuk kecamatan Nubatukan sebanyak 18 desa/kelurahan.

“Kelurahan ada tujuh (7), semuanya terlibat. Untuk desa hanya Pada, Fatukobu, Bour dan Baulangu,” jelasnya.

Pengamatan terkait materi yang dibawakan peserta, dirinya mengapresiasi karena waktu yang diberikan cukup singkat tetapi ada peserta yang membawakan materinya  sangat baik.

“Saya tidak mengira kalau ada kader PKK dan juga posyandu yang bisa memberikan materi terlebih di penyuluhan dengan sangat bagus,” akuinya.

Lebih Lanjut, untuk menjaga stunting, katanya, butuh kerja banyak pihak dan salah satunya PKK. Dirinya berharap, dengan kegiatan ini bisa memacu kader PKK, bahwa PKK itu tenaga penting untuk penurunan stunting.

“Kami dari kecamatan terus melakukan monitoring bagaimana tahun depan stunting yang dari 130 di kecamatan Nubatukan bisa turun,” harapnya.

Terkait penurunan, dirinya belum bisa memberikan penilaian karena harus berdasarkan data.

“Kalau di tahun berjalan, masih di 130. Tahun depan baru kita evaluasi tahun ini, untuk bisa dipastikan menurun atau tidak,” pungkasnya.

 

Penulis: Wilibaldus Kali

Editor: Jefri Tapobali

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

[addtoany]
[addtoany]