Sadis, Seorang Anggota Polisi Tega Aniaya Calon Istri Gunakan Parang

  • Whatsapp
Ilustrasi (Net)

PORTALNTT.COM, KUPANG – Tanpa sebab Akibat, seorang anggota Polri Brada Oris Nomleni yang bertugas di Polisi Perairan (Pol Air) Polda NTT tega menganiya Calon isterinya menggunakan sebilah Parang.  Akibat tebasan parang itu, tangan kiri kira Isna Ifo Manune putus dan alami luka robek pada bagian bahu. Usai membantai Korban, Pelaku yang diketahaui sebagai anggota Polri Aktif ini langusng melarikan diri dan belum ditangkap.

Kejadian naas itu menimpa calon istrinya sendiri yakni Isna Ifo Manune tenaga honorer pada Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kupang. Korban ditebas menggunakan sebilah parang  hingga putus tangan kirinya. Kejadian naas itu terjadi pada Kamis (15/9) sekira pukul 19:00 wita di rumah korban di Dusun Laus Desa Nunkurus Kabupaten Kupang.

Korban yang mengalami luka serius pada tangan dan bahu itu langsung dilarikan ke RSUD Kupang untuk mendapatkan perawatan secara intensif. Saat ini korban sudah dirawat di RSB Kupang karena dipindahkan dari RSUD Kupang.

Janu Manune saudara korban kepada wartawan, Kamis (15/9) di RSUD Kupang mengaku bahwa korban diduga dibantai menggunakan sebilah parang sekitar pukul 19:00 wita. Kejadian itu terjadi di rumah orang tua. Dalam peristiwa naas itu, kata June, korban mengalami cacat pada tangan kiri. Pasalnya, tangan kiri dari korban putus akibat sabetan benda tajam milik calon suaminya sendiri.

“Tangan kiri saudara kami putus. Selain itu bahu juga mengalami luka karena dipotong pelaku,” ungkap June.

Dir Pol Air Polda NTT, Kombes Pol, Budi Santoso yang ditemui wartawan di RSUD Kupang mengaku bahwa hingga saat ini motif dari kejadiannya belum diketahui. Untuk itu, kata Budi, tim penyidik akan melakukan pendalaman terkait dengan kejadian itu. Dan, hingga kini polisi terus melakukan perburuan atas pelaku karena setelah kejadian pelaku langsung kabur.

“Sampai sekarang pelaku kabur entah kemana dan sedang dicari. Soal motifnya kami belum tahu sama sekali,” ungkap Budi.

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan, kejadian itu terjadi diduga karena alasan adat istiadat yang membuat korban dan pelaku tidak bisa menikah. Meskipun belum menikah korban dan pelaku telah dikaruniai dua orang anak namun hidup terpisah.(*ON)

Komentar Anda?

Related posts