Satlantas Polres Sumba Barat Gunakan Atribut Natal Saat Bertugas

  • Whatsapp
banner 468x60

PORTALNTT.COM, WAIKABUBAK – Menjelang perayaan hari Natal, satuan lalu lintas (satlantas) Polres Sumba Barat merubah penampilan dalam uniform dengan menggunakan atribut bernuansa Natal yakni menggunakan topi sinter claus sebagai pengganti pet.

Penggunaan antribut Natal ini diawali apel pagi dan pembagian atribut oleh Kasat Lantas AKP Imanuel Zacharias, Senin (18/12/2017) di lapangan apel Polres Sumba Barat dan penggunaannya saat apel, pelaksanaan Gatur lalin, maupun patroli.

Nuansa ini berbeda dan sangat dirasakan oleh kanit Regident Aiptu Frensen Edwin Bengkiuk SE. Beliau mengatakan momen ini merupakan jalan silahturahmi yang baik dan bentuk toleransi walaupun berbeda agama namun dapat membangun komunikasi dengan baik dan lancar bukan hanya antar sesama anggota satuan lalu lintas tetapi juga hubungan dengan warga masyarakat.

Terkait dengan itu Frensen menjelaskan bahwa makna Natal merupakan pemberian Allah yang paling besar dari wujud Kasih Allah.

“Penjelmaan mesias ke dunia merupakan alasan orang Kristen merayakan Natal, Mesias yang menjadi juruselamat manusia mendatangkan suka cita dan damai sejahtera bagi umat manusia tanpa memandang suku bangsa,” kata Frensen.

Lebih lanjut menurut Frensen, kata Natal berasal dari Bahasa Lathin artinya lahir, secara istilah Natal berarti perayaan Kelahiran Yesus Kristus. Dengan demikian diharapkan karakter atau kultur Polri khususnya satuan lalu lintas juga harus lahir baru yakni menanggalkan kultur yang lama dan melakukan pembaharuan kultur yang lebih baik, yakni Promoter.

KDengan menggunakan gampol beratribut Natal agar anggota Polantas tampil lebih humanis sebagai mana karakter pada tokoh Sinter claus, sehingga polantas dapat dicintai masyarakat dan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri pada umumnya,” tandasnya.

Lanjutnya, Masjid dan Gereja yang tak bernyawa walaupun berbeda namun dapat berdiri berhadapan dan masih tetap harmonis sampai sekarang. Masa kita yang bernyawa dan berakal yang hidup berdampingan dan berinteraksi tidak bisa harmonis?

“Ini bukti bahwa kami di sumba barat tetap akur walaupun berbeda,” pungkas Frensen. (Mus)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60