Home / Daerah / Sebulan Dinonaktifkan, Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT Akhirnya Diaktifkan Kembali

Sebulan Dinonaktifkan, Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT Akhirnya Diaktifkan Kembali

411 Kali dibaca

Bagikan Halaman ini

[addtoany]
[addtoany]

PORTALNTT.COM, KOTA KUPANG – Setelah hampir sebulan lebih dinonaktifkan oleh Gubernur NTT, Viktor Laiskodat selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP) pada, Selasa (17/9/2019) lalu, akhirnya Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT, Absalom Sine diaktifkan kembali melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Bank NTT, Jumat (25/10/2019) di Kantor Pusat Bank NTT.

“Tadi kita membahas permasalahan kredit macet di Bank NTT. Pak Gubernur sebagai PSP (Pemegang Saham Pengendali) sudah memberikan pengarahan untuk mengaktifkan kembali Direktur Pemasaran Kredit,” ungkap Komisaris Utama Bank NTT, Juvenile Jodjana kepada awak media di Kantor Bank NTT.

Menurutnya, Gubernur NTT Viktor Laiskodat sebagai PSP memberikan tanggung jawab kepada Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT untuk terus fokus menyelesaikan NPL-NPL tersebut. Dirinya berharap, persoalan NPL dapat diselesaikan dalam enam bulan kedepan.

Jodjana juga mengatakan, para pemegang saham menilai pengurus baru Bank NTT sudah bekerja dengan luar biasa dan menunjukan profesionalismenya, sehingga kepercayaan kepada Bank NTT mulai muncul.

Pemegang saham juga sepakat menambah setoran modal untuk memperkuat rencana Bank NTT kedepan.

“Kurang lebih, kita akan mendapat setoran modal sejumlah 300 Miliar, dan itu akan diambil dari dana cadangan yang memang semuanya sudah ada di Bank NTT saat ini,” jelasnya.

Sedangkan terkait proses seleksi calon Direktur Umum Bank NTT, Jodjanan mengatakan PSP diberikan kewenangan oleh pemegang saham untuk langsung melantik calon Direktur Umum setelah lolos fit and proper test tanpa melalui RUPS.

“Kalau sudah lolos fit and proper test, maka PSP bisa langsung melantik. Kalau tidak lolos (fit and proper test), maka kita harus melakukan proses seleksi ulang. Satu nama calon sudah diserahkan ke OJK,” kata Jodjana.

Dia berharap, pada akhir tahun 2019, komposisi pimpinan Bank NTT sudah lengkap. “Target peringkat yang sebelumnya tiga bisa menjadi dua,” tandas Jodjana.

Sekedar informasi, kisruh pimpinan defenitif Bank NTT memang sudah berlangsung lama. Dan sudah bertahun-tahun, Bank NTT tidak memiliki pimpinan yang defenitif (minus Direktur Umum).

Meskipun demikian Bank NTT terus menorehkan kinerja positif. Hal ini terlihat dari meningkatnya aset hingga Oktober 2019 menjadi Rp. 16,09 Triliun. Jumlah ini meningkat dibandingkan total aset pada tahun buku 2018 sebesar Rp 11,21 Trilun atau mengalami peningkatan sebesar 16,09%.

Selain itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Kredit yang disalurkan juga menunjukan kenaikan yang signifikan. (Red)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

[addtoany]
[addtoany]