Dilantik Wali Kota, Garuda Kupang Tegaskan Bukan Ormas Preman: Siap Jadi Mitra Strategis Pemkot

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, KUPANG – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, resmi melantik Badan Pengurus Organisasi Masyarakat Garuda Kupang NTT periode 2026–2031, Selasa (5/5/2026) malam. Prosesi pelantikan digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang sekitar pukul 19.30 WITA.

Dalam susunan kepengurusan yang dilantik, Jimmy J. Ratu Ie dipercaya sebagai Ketua Umum. Ia didampingi Yohanis M. Adu sebagai Wakil Ketua I dan Ferderika Yane Dando Lende sebagai Wakil Ketua II. Posisi Sekretaris Jenderal diemban Hersom Absalom Koem, Bendahara dijabat Arit Daut Faley, serta Linda Margaritha Toh sebagai Wakil Bendahara, bersama sejumlah ketua bidang lainnya.

Garuda Ditegaskan Bukan Ormas Preman

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menepis stigma negatif terhadap organisasi tersebut. Ia menegaskan Garuda Kupang bukanlah wadah premanisme, melainkan kumpulan individu yang memiliki kepedulian dan semangat kerja untuk masyarakat.

“Saya melihat Garuda ini berisi orang-orang baik yang sudah banyak membantu pemerintah, bahkan sebelum masa kepemimpinan saya,” ujar Christian Widodo.

Ia pun mengingatkan seluruh pengurus agar menjalankan organisasi dengan prinsip yang seimbang, tegas dalam tujuan, namun santun dalam cara.

“Kita boleh keras pada tujuan, tetapi tetap lembut dalam cara. Ini penting agar sinergi dengan pemerintah tetap terjaga,” tegasnya.

Keberagaman Jadi Kekuatan

Christian juga menyoroti pentingnya menjaga harmoni di tengah keberagaman latar belakang anggota. Menurutnya, perbedaan justru menjadi kekuatan jika dikelola dengan baik.

Ia mengibaratkan organisasi seperti harmoni dalam musik, beragam nada yang menghasilkan keindahan saat disatukan.

“Anggota Garuda berasal dari berbagai daerah seperti Rote, Sabu, Timor, dan lainnya. Tapi semua bisa bersatu dalam harmoni,” katanya.

Dorong Peran Nyata di Tengah Tantangan Anggaran

Lebih lanjut, Wali Kota Kupang mendorong Garuda Kupang untuk aktif membantu pemerintah menghadapi berbagai persoalan daerah. Ia mengibaratkan organisasi sebagai kapal yang harus berlayar menghadapi gelombang, bukan sekadar berdiam diri.

“Garuda tidak dibuat untuk diam, tetapi untuk bergerak dan ikut menyelesaikan persoalan kota,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan kondisi fiskal daerah yang tengah mengalami tekanan. Tahun ini, anggaran Pemerintah Kota Kupang dipangkas hingga Rp204 miliar.

“Kami harus bekerja ekstra, bahkan sampai ‘mengetuk pintu’ kementerian di Jakarta untuk mencari dukungan pembangunan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, ia turut mengutip pemikiran Henry Ford tentang pentingnya kerja sama.

“Datang bersama adalah awal, tetap bersama adalah kemajuan, dan bekerja bersama adalah kesuksesan,” ucapnya.

Komitmen Garuda Perkuat Sinergi

Sementara itu, Ketua Umum Garuda Kupang, Jimmy J. Ratu Ie, menegaskan komitmen organisasinya untuk memperkuat soliditas internal sekaligus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah.

“Bersinergi dengan pemerintah adalah keharusan. Garuda hadir untuk mendukung pelayanan publik dan menjadi bagian dari solusi di Kota Kupang,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh anggota untuk aktif dalam kegiatan positif di tengah masyarakat guna membangun citra organisasi yang konstruktif.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Garuda adalah organisasi yang memberi kontribusi nyata, bukan identik dengan hal-hal negatif,” tandasnya.

Komentar Anda?

Related posts