STIPAS Keuskupan Agung Kupang Gelar Diskusi Ilmiah tentang Optimalisasi Karier Dosen dan Publikasi Scopus

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, KUPANG – STIPAS Keuskupan Agung Kupang menyelenggarakan kegiatan Diskusi Ilmiah bertajuk “Optimalisasi Karier Dosen Melalui Perencanaan Akademik dan Publikasi Artikel di Jurnal Bereputasi Scopus” yang berlangsung di Ruang Pertemuan Dosen STIPAS Keuskupan Agung Kupang, Selasa (7/7/2026).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber, Dr. Ridolof Wenand Batilmurik, S.E., M.M., dan diikuti oleh seluruh dosen STIPAS Keuskupan Agung Kupang. Diskusi ilmiah ini menjadi bagian dari upaya institusi dalam meningkatkan kapasitas akademik dosen, khususnya dalam perencanaan karier yang terarah serta peningkatan produktivitas publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus.

Dalam pemaparan materinya, Dr. Ridolof Wenand Batilmurik menekankan pentingnya setiap dosen memiliki perencanaan karier akademik yang sistematis, mulai dari pengembangan kompetensi, pelaksanaan penelitian yang berkelanjutan, hingga penyusunan artikel ilmiah yang memenuhi standar publikasi internasional. Menurutnya, publikasi pada jurnal bereputasi Scopus tidak hanya menjadi indikator kinerja dosen, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan mutu perguruan tinggi dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Selain membahas strategi menyusun artikel ilmiah yang berkualitas, narasumber juga memberikan berbagai kiat dalam memilih jurnal yang tepat, menghindari jurnal predator, memahami proses peer review, serta membangun kolaborasi riset yang produktif. Para peserta tampak antusias mengikuti diskusi yang berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait tantangan dalam proses publikasi ilmiah.

Melalui kegiatan ini, STIPAS Keuskupan Agung Kupang berharap para dosen semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus memperkuat budaya akademik yang unggul dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Komentar Anda?

Related posts