STIPAS Keuskupan Agung Kupang Gelar Yudisium Angkatan XXIII: 121 Mahasiswa Resmi Melangkah ke Dunia Pelayanan

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, KUPANG – STIPAS Keuskupan Agung Kupang meresmikan 121 Mahasiswa/I Angkatan XXIII melalui acara yudisium, yang bertempat di Aula St. Petrus STIPAS Keuskupan Agung Kupang, Senin 30 Juni 2025.

Acara ini menjadi penanda penting bagi para mahasiswa/i yang telah menyelesaikan perjalanan akademik mereka dan siap untuk mengabdikan diri kepada masyarakat.

Dari 121 lulusan yang di yudisium, 3 mahasiswa berhasil meraih cumlaude, 62 mahasiswa berhasil meraih Dengan Pujian.  Sebuah pencapaian yang membanggakan dan menunjukkan dedikasi tinggi dalam menuntut ilmu.

Petrus Tamelab, S.Fil.,M.Th Wakil Ketua I dalam sambutan mewakili Ketua Sekolah STIPAS Keuskupan Agung Kupang menjelaskan merujuk pada Visi STIPAS KEUSKUPAN AGUNG KUPANG yang mengatakan bahwa  “Pada Tahun 2024 Menjadi Lembaga Pendidikan Tinggi Keagamaan Katolik yang unggul, berkompeten, berdaya saing dan mandiri  secara global di bidang pendidikan agama Katolik”.

Secara bertahap, STIPAS Keuskupan Agung Kupang mulai mewujudkan visi demikian dalam lima butir misi yang mencakup aspek Pendidikan dan pengajaran, penelitian yang bermuara pada produk, pengabdian masyarakat yang mengedepankan keberpihakan, membangun jejaring kerja sama secara lokal, nasional dan internasional dan pembenahan manajemen yang berbasis digital.

Sejumlah ketercapaian telah dialami seperti dalam bidang Pendidikan dan pengajaran, para dosen telah menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan begitu disiplin. hal ini terbukti setiap tahun telah mewisudakan para lulusan yang lulus tepat waktu yakni empat tahun atau delapan semester.

Selanjutnya para lulusan benar-benar berkompeten dalam ilmu Pendidikan keagamaan Katolik, hal ini terbukti dengan lamanya menunggu pekerjaan rata-rata dua sampai tiga bulan. Hal  Ini berarti eksistensi STIPAS KEUSKUPAN AGUNG KUPANG, sungguh berkontribusi bagi bangsa dan gereja demi mencerdaskan anak-anak bangsa,

Lanjut Petrus Tamelab Calon Dr. Teologi STFT Widya Sasana Malang Penting untuk dicermati, bahwa evolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 sesungguhnya adalah Era intelligence. Era dimana setiap orang harus memperhatikan validitas data dan informasi yang baik, kemudian diolah dengan dasar pengetahuan yang cukup sesuai bidangnya, untuk menyampaikan suatu pendapat yang objektif dan tidak menyesatkan masyarakat pada umumnya dan umat Katolik secaa khusus. Melalui pengetahuan yang memadai, selayaknya setiap orang (termasuk kalian) dapat mencapai suatu kebijakan, guna pengambilan keputusan yang tepat.

“Jangan kecewakan masyarakat dan umat yang telah menaruh kepecayaan kepada anda sekalian sebagai guru dan katekis. Dengan kelebihan pengetahuan kita, jangan menyalahgunakan dan mengeksploitasi kerentanan setiap orang dan atau sistem pendidikan yang ada. Janganlah menjadi provokator di tengah masyarakat dan umat hanya karena kepentingan politik tertentu, tetapi jadilah obor kebenaran yang selalu membawa terang dan kedamaian. Berkontribusilah dengan tulus untuk kejayaan bangsa dan gereja, dan jagalah nama baik almamater STIPAS Keuskupan Agung Kupang agar tetap harum semerbak ke segala penjuru dunia. Jangan lupa profesionalitas dan integritas kalian dalam pekerjaan akan turut menentukan ranking program studi Pendidikan keagamaan Katolik dan institusi ke depan,” ujarnya.

Fabianus Lagur Mahasiswa STIPAS Keuskupan Agung Kupang yang mendapat predikat cumlaude dalam sambutan menyampaikan terima kasih kepada Civitas Akademika STIPAS Keuskupan Agung Kupang yang telah menerima dan membentuk kami selama kurang lebih 4 (empat) tahun dilembaga ini. Kami belajar bukan saja menimbah pengetahuan semata, tetapi lebih dari kami dituntu banyak hal dalam membetuk karakter dan moral yang baik.

Perjalanan akademik yang telah kalian tempuh adalah bukti ketekunan, kerja keras, dan semangat pantang menyerah. Hari ini, kalian telah membuktikan bahwa setiap usaha yang sungguh-sungguh akan selalu membuahkan hasil.

Lanjut Fr. Fabianus Lagur ke depan, dunia menanti kontribusi kalian. Jadilah pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bijak dalam bersikap, rendah hati dalam pencapaian, dan tulus dalam pengabdian.

“Gunakan ilmu yang telah diperoleh untuk membawa perubahan positif di tengah masyarakat. Teruslah belajar, berkembang, dan berkarya. Jangan takut gagal, karena dari kegagalan pun kita bisa belajar menjadi lebih kuat. Ingatlah bahwa keberhasilan sejati bukan hanya tentang gelar, tetapi tentang sejauh mana kita bisa memberi makna bagi sesama,” katanya.

Untuk diketahui yang hadir dalam kegiatan seluruh pejabat strukturan STIPAS Keuskupan Agung Kupang dan perwakilan biara yang mengutus biarawan/I kuliah.

Komentar Anda?

Related posts