Penulis: Daniel Timu
Editor: Jefri Tapobali
PORTALNTT.COM, ROTE NDAO – Sungguh suatu ironi yang menyedihkan harus di alami oleh salah satu pasien bersalin di Puskesmas Batutua, yakni IJ alias Ince (38 Tahun). Berharap dapat pelayanan yang baik, Ince malah mengalami pendarahan hebat pasca bersalin yang diduga akibat dari kelalaian Tim Medis Puskesmas Batutua.
Saat dikonfirmasi media ini pada, Rabu (2/7/2025) Ince menjelaskan bahwa awalnya dia ke Puskesmas Batutua pada, Senin lalu (21/6/2025) sore sekitar pukul 15.00 WITA. Kemudian Ince awalnya berhasil bersalin normal pada sekitar Pukul 18.00 WITA di hari yang sama.
Usai bersalin, Ince dan bayinya disuruh menunggu di Puskesmas Batutua selama 6 jam guna kepentingan observasi medis, sehingga rencananya baru boleh pulang pada besok harinya sekitar pukul 4.00 pagi.
Namun masih di hari yang sama (21/6/2025) sekitar pukul 22.00 malam, Ince sudah disuruh pulang oleh Tim Medis Puskesmas Batutua dikarenakan adanya pasien baru yang masuk dan kondisi di Puskesmas Batutua kekurangan tempat tidur pasien. Akhirnya Ince dan bayinya dibawa pulang oleh keluarganya .
“Beta melahirkan jam 6 sore, mereka (Tim Medis Puskesmas Batutua) suruh pulang jam 10 malam. Bilang ada pasien baru dan tempat tidur di Puskesmas kurang,” ujar Ince, Pasien Bersalin Puskesmas Batutua.
Setelah pulang ke rumahnya, kondisi Ince malah makin memburuk akibat mengalami pendarahan hebat setelah beberapa hari kemudian, pasca bersalin. yang akhirnya Ince kembali dibawa ke Puskesmas Batutua pada Tanggal 29 Juni 2025.
Naasnya, setelah kembali ke Puskesmas Batutua, ternyata tidak ada dokter. Hal itu membuat Ince harus dirujuk ke RSUD Ba’a, pada Selasa (29/7/2025).
Setelah tiba di RSUD Ba’a, dokter yang menangani Ince melakukan USG (ultrasonografi) untuk mengecek penyebab pendarahan yang di alami Ince. Hasil USG tersebut ditemukan adanya plasenta yang masih menempel pada rahim Ince, diduga akibat kelalaian tim medis puskesmas Batutua yang waktu menangani proses persalinan tidak mengeluarkan semua plasenta dalam perut Ince.
Hal yang nyaris merenggut nyawa Ince ini dalam dunia medis dikenal dengan istilah Retensio Plasenta (tertahannya Plasenta dalam rahim pasca persalinan). Hal ini bisa menyebabkan perdarahan pasca persalinan (postpartum hemorrhage) dan infeksi jika tidak segera ditangani.
Atas kejadian yang dialaminya, Ince berharap agar pihak Dinas Kesehatan Rote Ndao bisa segera menindak Puskesmas Batutua akibat kelalaian mereka dalam menangani pasien yang nyaris merenggut nyawa pasien.
Kepala Dinas Kesehatan Rote Ndao, dr. Nelly F Riwu saat dikonfirmasi media ini melalui pesan WhatsApp pada, Rabu (2/7/2025) menjelaskan bahwa dirinya juga telah mendapat informasi tersebut dan telah meminta Kepala Puskesmas Batutua untuk menghadap ke Dinas Kesehatan untuk dimintai laporan atas kejadian tersebut.
“Tadi saya hubungi Kepala Puskesmas dan besok baru Kepala Puskesmas menghadap dan laporkan tertulis,” jawab dr. Nelly F Riwu, Kadis Kesehatan Rote Ndao.
Kejadian ini juga menambah daftar hitam polemik berkepanjangan yang terjadi di Puskesmas Batutua. Dimana Puskesmas Batutua tengah dilanda dugaan Kasus Korupsi Dana JKN dan BOK yang kasusnya kini telah naik ke tahap penyidikan di Kejaksaan Negeri Rote Ndao.







