PORTALNTT.COM, BATU PUTIH – Hampir sembilan tahun BPJS Kesehatan memberikan jaminan perlindungan bagi masyarakat Indonesia melalui Program JKN. Adanya jaminan kesehatan ini tentunya tidak hanya melindungi kesehatan masyarakat, melainkan juga dapat menjaga kestabilan perekonomian keluarga. Demikian menurut Sanderina E. Fanggidae (45), seorang peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah Pusat.
Warga Desa Oebobo, Kecamatan Batu Putih ini merasa bersyukur karena pemerintah telah memperhatikan kesejahteraan keluarganya lewat Program JKN. Dengan mengantongi kartu JKN, ia sekeluarga bisa menggunakannya untuk berobat jika sakit di kemudian hari.
“Saya pernah berobat pakai JKN. Awalnya saya mengalami perdarahan pada Oktober 2020. Karena tidak kunjung berhenti, akhirnya saya memutuskan untuk memberanikan diri menjalani pemeriksaan di Puskesmas Batu Putih pada awal tahun yaitu Januari 2021. Kalau dihitung-hitung, sudah tiga bulan saya mengalami perdarahan dan merasa sakit yang terus menerus,” ujar Rin, Senin (17/10).
Dari Puskesmas, Rin diberikan rujukan ke RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes di Kota Kupang untuk diperiksa lebih lanjut. Ternyata, Rin mengidap kista. Setelah diperiksa, dokter menyarankan untuk segera menjalani operasi pengangkatan kista pada ovariumnya.
“Jika memikirkan penyakit saya waktu itu saya selalu bersedih karena merasa hidup saya seperti sudah tidak ada harapan. Bahkan biaya operasi kista jika tanpa menggunakan JKN harus mengeluarkan biaya sebesar 30 juta rupiah. Tentu tidak bisa saya bayangkan jika saya harus mengeluarkan biaya sebanyak itu, apalagi dengan keadaan ekonomi kami yang kurang mampu,” ungkapnya.
Dari pengalamannya itu, Rin sangat berterima kasih kepada pemerintah karena telah menyelenggarakan Program JKN yang luar biasa manfaatnya, khususnya bagi masyarakat yang benar-benar tidak mampu sehingga dapat dilayani tanpa membayar sepeser pun.
“Sekali lagi terima kasih karena dengan program ini kami masyarakat kecil dapat merasakan pelayanan kesehatan yang luar biasa. Terima kasih juga kepada BPJS Kesehatan karena sudah menghadirkan pelayanan yang memadai di desa kami di batas antara Kabupaten Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Selatan. Hal ini sungguh berarti untuk kami,” tutupnya. (ir)






