Tolak Penundaan Kongres PSSI NTT, 21 Anggota Asprov Minta Tetap Digelar 7 November 2026

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, KUPANG – Penundaan Kongres Biasa (KB) Pemilihan Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Nusa Tenggara Timur (NTT) menuai keberatan dari 21 anggota Asprov. Mereka meminta agar kongres tetap dilaksanakan pada 7 November 2026 sesuai jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya.

Para anggota tersebut menolak perubahan jadwal kongres menjadi 3 Desember 2026. Mereka menilai agenda pemilihan harus berjalan sesuai rencana dengan tetap mengacu pada Statuta PSSI dan peraturan organisasi yang berlaku.

Sikap tersebut disampaikan melalui surat pernyataan resmi sebagai respons atas terbitnya Surat Komite Pemilihan PSSI NTT Nomor 01/KP/XI/2026 tertanggal 4 November 2026 tentang Penundaan Kongres Luar Biasa Pemilihan Ketua PSSI NTT Tahun 2026.

Pernyataan itu juga memperhatikan Surat PSSI Pusat Nomor 6556/PGD/678/XI-2026 tertanggal 2 November 2026.

Dalam pernyataan sikap tersebut, 21 anggota Asprov PSSI NTT menyampaikan tiga tuntutan utama, yakni menolak perubahan jadwal kongres, meminta penggantian Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Asprov PSSI NTT, serta meminta Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menjaga netralitas dalam seluruh proses pemilihan.

Mereka meminta agar kongres tetap digelar pada 7 November 2026. Menurut mereka, kepastian jadwal penting agar proses pemilihan tidak berlarut-larut dan organisasi sepak bola di NTT dapat segera memiliki kepemimpinan definitif.

Selain persoalan jadwal, 21 anggota Asprov juga meminta Ketua Umum PSSI mengevaluasi dan mengganti Plt. Ketua Asprov PSSI NTT.

Permintaan ini didasarkan pada potensi benturan kepentingan karena Plt. Ketua Asprov PSSI NTT juga berkedudukan sebagai salah satu calon ketua periode 2026–2030.

Mereka menilai, pergantian Plt. diperlukan untuk menjamin independensi, netralitas, dan objektivitas penyelenggaraan kongres sehingga seluruh calon memiliki kesempatan yang sama.

Para anggota juga meminta Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, bersikap netral, objektif, dan profesional. Mereka berharap tidak ada perlakuan istimewa terhadap calon maupun kelompok tertentu selama proses pemilihan berlangsung.

Sudah Berada di Kupang, Voter Kecewa Kongres Ditunda

Keberatan atas penundaan kongres juga disampaikan langsung oleh sejumlah pemilik hak suara atau voter.

Ketua Nirwana 04 Nagekeo, Natalis Indra Mere Yua, mengaku telah berada di Kupang karena mengikuti jadwal kongres yang sebelumnya ditetapkan pada 7 November 2026.

Ia mengatakan, kedatangannya bersama sejumlah anggota lainnya didasari harapan besar agar kongres menjadi momentum perubahan bagi sepak bola NTT.

“Sesuai jadwal yang sudah ditentukan, saya sudah berada di Kupang untuk mengikuti kongres PSSI NTT yang rencananya dilaksanakan pada 7 November 2026,” ujarnya.

Natalis mengatakan, dirinya bersama para voter lainnya menginginkan perubahan dan kemajuan sepak bola NTT melalui kepemimpinan yang memiliki visi besar, program kerja yang jelas, serta komitmen kuat membangun sepak bola dari tingkat kabupaten hingga provinsi.

“Kami ingin ada perubahan. Kami ingin sepak bola NTT lebih maju. Karena itu, kongres ini menjadi momentum penting untuk memilih ketua yang benar-benar memiliki visi besar dan mampu membawa sepak bola NTT ke arah yang lebih baik,” tegasnya.

Keberatan serupa disampaikan Ketua PSSI Kabupaten Manggarai, Lambertus Paput. Ia meminta agar pelaksanaan kongres tetap berjalan sesuai jadwal dengan mengedepankan prinsip sportivitas.

Menurutnya, kongres merupakan forum penting bagi anggota untuk menentukan arah kepemimpinan dan masa depan sepak bola NTT. Karena itu, seluruh proses harus dilaksanakan secara terbuka, adil, dan menjunjung tinggi aturan organisasi.

Ia berharap semua pihak dapat menghormati hak suara anggota serta menjaga suasana tetap kondusif demi kepentingan sepak bola NTT.

Melalui pernyataan sikap tersebut, 21 anggota Asprov PSSI NTT menegaskan komitmen mereka untuk mengawal proses pemilihan yang demokratis, transparan, dan berintegritas.

Mereka berharap Ketua Umum PSSI dapat menindaklanjuti tuntutan tersebut sehingga Kongres Biasa Pemilihan Ketua Asprov PSSI NTT dapat terlaksana secara independen, adil, serta sesuai dengan Statuta PSSI.

Bagi mereka, kongres bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan, melainkan momentum menentukan masa depan sepak bola NTT.

Komentar Anda?

Related posts