Undana Bergerak Menyelesaikan Polemik Jessica, WR IV: Fokus Kami Bukan Hanya Satu Mahasiswa, Tapi Perbaikan Sistem

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) memastikan tengah bekerja serius menangani polemik yang menimpa mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Jessica Sofia Tunardjo. Di tengah derasnya arus informasi yang beredar di media sosial, pimpinan kampus memilih mengedepankan langkah investigasi dan pembenahan menyeluruh agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.

Wakil Rektor IV Prof. Philiphi de Rozari mengatakan, sejak persoalan tersebut mencuat, pimpinan universitas langsung melakukan koordinasi lintas unit untuk mengumpulkan fakta secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan.

“Kami ingin persoalan ini cepat tertangani. Karena informasi yang beredar sudah berkembang ke mana-mana, maka kami memilih terlebih dahulu melakukan investigasi secara serius agar semua keputusan nantinya berdasarkan fakta,” kata Prof. Philiphi pada wartawan, Selasa (4/8/2026).

Menurut dia, proses pendalaman dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur di lingkungan Undana. Pimpinan universitas telah menggelar sejumlah rapat dan diskusi bersama para wakil rektor, dekan, serta pimpinan fakultas guna memperoleh gambaran utuh mengenai persoalan yang terjadi.

Ia menegaskan, fokus Undana tidak semata-mata menyelesaikan kasus yang dialami Jessica, tetapi juga mengevaluasi sistem akademik secara menyeluruh agar pelayanan kepada mahasiswa menjadi lebih baik.

“Yang kami pikirkan bukan hanya menyelesaikan persoalan Jessica, tetapi juga bagaimana seluruh mekanisme yang ada bisa diperbaiki sehingga ke depan semuanya berjalan lebih baik,” ujarnya.

Prof. Philiphi menjelaskan, hingga kini tim masih terus mengumpulkan data dan mendengarkan keterangan dari berbagai pihak yang terkait. Setelah seluruh informasi terkumpul, universitas akan menyampaikan hasilnya secara terbuka.

Di sisi lain, ia menyampaikan keprihatinan atas kondisi Jessica dan berharap mahasiswi tersebut segera pulih sehingga dapat kembali menjalani aktivitas akademiknya.

“Kami sangat berharap Jessica segera pulih, bisa kembali beraktivitas seperti biasa, dan dapat menyelesaikan skripsinya dengan baik,” katanya.

Terkait isu yang berkembang bahwa ujian skripsi Jessica berulang kali dibatalkan, Prof. Philiphi menilai informasi tersebut perlu diluruskan. Menurutnya, yang terjadi lebih pada penyesuaian jadwal antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan dosen penguji.

“Yang terjadi adalah proses mencocokkan waktu semua pihak. Jadi bukan semata-mata pembatalan seperti yang berkembang di masyarakat,” jelasnya.

Menanggapi ramainya pemberitaan dan berbagai komentar di media sosial, Prof. Philiphi mengakui situasi tersebut menjadi perhatian serius bagi seluruh pimpinan kampus. Namun, ia menegaskan bahwa Undana memilih tetap fokus mencari penyelesaian terbaik dibanding larut dalam polemik.

“Hampir setiap hari kami berdiskusi untuk mencari jalan keluar yang terbaik. Harapan kami, persoalan ini bisa selesai dengan baik dan aktivitas akademik kembali berjalan normal,” ujarnya.

Ia juga memandang peristiwa ini sebagai momentum penting bagi Undana untuk melakukan evaluasi terhadap tata kelola pelayanan akademik.

“Undana adalah milik publik. Kami menyadari masyarakat memiliki kepedulian dan kecintaan terhadap kampus ini. Karena itu, kritik dan perhatian yang muncul menjadi pengingat bagi kami untuk terus berbenah agar pelayanan kepada mahasiswa semakin baik,” katanya.

Meski demikian, Prof. Philiphi mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Menurut dia, penyebaran informasi yang tidak akurat berpotensi memperkeruh suasana dan merugikan semua pihak.

“Kami memahami banyak informasi yang beredar. Karena itu kami meminta masyarakat memberi ruang bagi tim untuk menuntaskan proses pendalaman. Setelah seluruh fakta diperoleh, kami akan menyampaikannya secara terbuka sehingga persoalan ini menjadi jelas,” tutupnya.

Komentar Anda?

Related posts