Usai Debat, BKH Ngopi Bersama Pedagang Sambil Serap Aspirasi Masyarakat di Oesao

  • Whatsapp
banner 468x60

PORTALNTT.COM, KUPANG – Usai debat terbuka pertama calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT di Jakarta, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 3, paket Harmoni langsung menemui masyarakat.

Tanpa beristirahat setelah tiba di Kupang, Jum’at (6/4) pagi, calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Benny K Harman dan Benny A Litelnoni langsung melakukan blusukan dan kampanye di zona 1 putaran kedua di pulau Timor.

Pantauan media ini, calon Gubernur Benny K Harman (BKH) langsung mengawali blusukan di pasar Oesapa, Kabupaten Kupang.

Sepanjang menyusuri pasar, BKH menyalami para pedagang, dan para pedagang antusias sebab selama baru menyaksikan debat di TV sekarang sosok calon pemimpin yang sederhana dan begitu dekat dengan masyarakat hadir di tengah-tengah mereka. Masyarakat sadar bahwa paket Harmoni memiliki kepedulian yang besar dalam membangun NTT.

Setelah berjalan dari lapak ke lapak, BKH juga menyempatkan diri ngopi bersama pedagang sambil berdialog ringan mengenai kendala dalam berdagang.Suasana pun terlihat penuh kekeluargaan seperti saudara yang sudah lama tidak bertemu.

Rosmita Lay pedagang tomat keluhkan modal usaha dalam percakapannya dengan BKH.

“Ambil tomat dari Amarasi, pinjam modal dari koperasi harian dengan bunga 20 %, misalkan 1 juta selama 1 bulan, kami cuman terima 900 ribu, 100 ribu untuk administrasi dan kami akan cicil 40 ribu/hari,” ungkap Lay.

Menurutnya jika pinjam di bank, tidak punya apa-apa untuk jaminan, sehingga tidak berani melakukan pinjaman.

“Jiika tomat tidak laku maka akan diberikan kepada babi sebagai pakan ternak,” keluhnya.

Hal lain dikeluhkan Welmince Lay Ketua PKL Oesao. Menurutnya jumlah PKL sekitar 500-an, rata-rata mereka kesulitan lapak usaha.

“Pasar baru sudah selesai dibangun tapi bagaimana dengan kami pedagang kecil, pasar tidak jelas diperhatikan bahkan ada pedagang yg jual di atas sampah,” keluhnya dengan penuh harap, pemerintah bisa menjawab apa yang mereka butuhkan.

Pedagang lain juga minta jangan hanya survey tapi harus ada bukti nyata pemerintah membantu modal para pedagang.

Sementara itu, Johanis Djo, Ketua Pasar Oesao mengatakan ada bantuan pemerintah seperti motor sampah namun hanya diparkir di Kantor Lurah.

Djo juga mengeluhkan ada janda/duda atau keluarga tidak mampu yang tidak mendapat dana PKH sehingga terkesan tidak adil.

Mendengar apa yang dikeluhkan para pedagang, BKH mengatakan paket Harmoni mempunyai program pemberian modal usaha tanpa jaminan dan jika modalnya besar akan diberikan bunga yang ringan.

“Kita akan kerjasama dengan perbangkan untuk membantu bapa mama yang kesulitan mendapatkan modal usaha,” kata BKH.

BKH juga menyempatkan membeli dua kantung jambu biji. Usai blusukan itu BKH bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju ke titik kampanye. (Epy/Tim)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60