Home / Daerah / Wabah Virus Demam Babi Afrika di Lembata Semakin Parah, Dinas Peternakan Keluarkan Edaran

Wabah Virus Demam Babi Afrika di Lembata Semakin Parah, Dinas Peternakan Keluarkan Edaran

251 Kali dibaca

Bagikan Halaman ini

[addtoany]
[addtoany]

PORTALNTT.COM, LEMBATA – Wabah African Swine Fever (ASF) menyerang wilayah Kabupaten Lembata. Hingga kemarin yang tercatat 435 ekor babi mati yang terlapor, namun ada juga yang menguburkan secara diam-diam.

Babi yang mati terkena Virus Demam Babi Afrika.

Kepala dinas peternakan kabupaten Lembata, Kanisius Tuaq kepada wartawan di tempat penguburan massal bangkai babi, lokasi eks GOR Lamahora, Kelurahan Lewoleba Timur, Kecamatan Nubatukan, Kamis, (14/1/2021) mengatakan, ASF sudah masuk di Lembata seperti ini, maka

untuk penanganan pengobatan sudah tidak mampan lagi.

“Kecuali kita melakukan Biosecurity di kandang, pembersihan kandang, penyemprotan dan pemberian nutrisi yang bagus untuk yang masih sehat. Dan juga, membatasi penyebaran. Jadi konsentrasi kami sekarang itu namanya pencegahan penyebaran ke kecamatan lain kita jaga, terus yang masih ada di kota ini kita lakukan Biosecurity,” ungkap Kanis Tuaq sapaan akrabnya.

Dikatakannya, penyebaran begitu cepat di Lewoleba, dikarenakan, ternak yang sudah sakit dipotong lalu dijual.

“Bagi ke keluarga makan, dipikirnya biasa-biasa. Penyebaran begini cepat di Lewoleba akibat itu,” kata Kanis Tuaq.

Dijelaskannya, ASF masuk di Lembata sejak November 2020.

“Kasus awal. Sampai kami mengirim sampel ke Denpasar, tahap pertama tanggal 9 Desember itu hasilnya positif dan tanggal 29 Desember dikirim lagi 20 ekor sampel dan hasilnya positif,” tandas Kanisius Tuaq.

Sementara, sehubungan dengan meningkatnya kematian ternak babi di kota Lewoleba dan sekitarnya karena wabah penyakit ASF (African Swine Fever) atau demam babi Afrika dan masih adanya penanganan bangkai yang tidak tepat dengan cara di buang sembarangan sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan dan mempercepat penyebaran virus ASF yang dapat menyebabkan kematian lebih banyak maka, pemerintah daerah mengeluarkan surat yang berisi beberapa hal penting untuk disampaikan kepada warga masyarakat Lewoeleba dan sekitarnya:

1. Setiap babi yang mati wajib dikuburkan secara baik di tempat masing-masing dan di pastikan tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.

2. Jika pemilik babi mati tidak sanggup menguburkan secara baik maka pemerintah sudah menyiapkan lokasi penguburan massal menggunakan peralatan excavator di sebelah timur pasar Lamahora (lokasi ex Gor). Oleh karena itu peternak dapat menghantar ke lokasi tersebut dengan biaya sendiri untuk dikuburkan secara baik oleh petugas gabungan dari pemerintah daerah kabupaten Lembata.

3. Penguburan bangkai babi dilakukan setiap hari pada pukul 08.00-17.00 WITA, mulai tanggal 14 Januari -28 Januari 2021. Untuk itu dihimbau untuk para peternak babi atau penghantar agar membawa bangkai babi pada jam yang sudah ditentukan tersebut.

4. Bagi penghantar yang membawa bangkai babi tersebut ke lokasi wajib mendaftar pada petugas dengan menyertakan nama dan alamat pemilik ternaknya.

5. Semua penghantar wajib memakai masker dan kendaraannya akan di disinfektan oleh petugas sebelum meninggalkan lokasi.

 

Penulis: Wilibaldus Kali

Editor: Jefri Tapobali

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

[addtoany]
[addtoany]