Home / Daerah / Tim Gabungan Razia Masker di Wilayah Perbatasan Kota Kupang dan Kabupaten Kupang

Tim Gabungan Razia Masker di Wilayah Perbatasan Kota Kupang dan Kabupaten Kupang

197 Kali dibaca

Bagikan Halaman ini

[addtoany]
[addtoany]

KOTA KUPANG – Angka penderita Covid-19 di Kota Kupang terus mengalami peningkatan. Hal ini membuat pemerintah Kota Kupang terus melakukan langkah-langkah antisipasi dan pencegahan.

Di seluruh perbatasan Kota Kupang dan Kabupaten Kuoang dilakukan operasi masker bagi warga yang ingin memasuki wilayah Kota Kupang.

Pantuan media ini, di perbatasan Kota Kupang dan Kabupaten Kupang di wilayah kelurahan Penfui, tepatnya di RT 24 RW 12, dilakukan operasi masker yang melibatkan Tim gabungan yang terdiri dari Camat, Lurah, Babinsa, Babimkamtibmas, Babinpotdirga (Bintara Pembina Potensi Dirgantara), Dinas perhubungan Kota Kupang, Satpol PP, Karang Taruna Adisucipto Penfui.

Operasi dilakukan mulai pukul 06.00 wita. Setiap warga yang ingin memasuki wilayah Kota Kupang wajib gunakan masker. Pada saat operasi ada warga yang tidak menggunakan masker diminta pulang kembali ke rumah untuk menggunakan masker. Bagi warga yang tak mau kembali diminta untuk membeli masker di apotik yang berada persis di wilayah operasi.

Camat Oebobo, Max Maahury, selaku koordinator tim gabungan menjelaskan operasi masker dilakukan bagi setiap pengendara yang melewati batas wilayah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

“Kami menerapkan Protokol kesehatan kasih. Menyapa masyarakat dengan kasih, mengingatkan mereka untuk menggunakan masker bila bepergian keluar rumah karena situasi saat ini di kota kupang semakin tambah parah,” ungkap Max Maahury disela-sela kegiatan operasi, Jumat (15/1/2021).

Menurutnya, operasi akan dilakukan setiap hari Senin-Sabtu.

“Kita mulai bergerak hari ini sampai tanggal 25 Januari 2021. Setelah itu akan dilakukan evaluasi apakah angka penderita terjadi penambahan atau berkurang. Jika berkurang maka kegiatan ini akan dilanjutkan kembali,” tegasnya.

Terkait sanksi yang diberikan kepada pelanggar, dikatakan Max, sesuai dengan instruksi yang diberikan maka pihaknya masih melakukan operasi dan memberikan edukasi tentang pentingnya protokol kesehatan, terutama memakai masker.

“Menyangkut sanksi akan ditindaklanjuti setelah evaluasi tahap pertama ini,” tandasnya.

Lurah Penfui, Fransisko Dugis, pada kesempatan yang sama menjelaskan rata-rata warga di kelurahan Penfui sudah memiliki kesadaran untuk menggunakan masker. Untuk itu, bersama tim gabungan terus memantau pergerakan orang-orang dari wilayah luar yang ingin masuk ke Kota Kupang, melalui wilayah Penfui.

“Pada prinsipnya pihak kelurahan samgat mendukung langkah yang diambil pemkot kupang. Kami akan terus melakukan kegiatan operasi sesuai petunjuk yang ada,” katanya.

Untuk itu sebagai pemimpin di keluarahan Penfui dia mengharapkan masyarakat untuk mengikuti aturan protokol kesehatan demi keselamatan bersama.

Diakuinya, untuk wilayah Penfui ada titik-titik rawan seperti di pasar Penfui dan di kantor pelayan BRI.

“Titik-titik ini selalu kita ingatkan kepada masyarakat yang ingin ke pasar atau ke bank agar memakai masker dan mencuci tangan, serta menjaga jarak. Ini hal dasar yang wajib dilakukan karena di sana terjadi pertemuan banyak orang dari berbagai macam tempat, sehingga menghindari terjadi kluster baru,” tandasnya.

Ketua Karang Taruna Penfui, Jefri Tapobali, mengatakan wabah Covid-19 di kota Kupang terus meluas karena ada banyak OTG (Orang Tanpa Gejala), sehingga diperlukan kewaspadaan dari pribadi masing-masing untuk tetap menjaga imun tubuh dan mematuhi protokol kesehatan jika melakukan aktifitas di luar rumah.

“Kepada orang-orang muda, mari kita sama-sama menjaga agar penyebarluasan Covid-19 tidak meningkat dengan melatih kedisiplinan diri dengan taat pada protokol kesehatan,” tegas Tapobali.

Pada saat operasi berlangsung, Wakil Wali Kota Kupang, dr Hermanus Man bersama rombongan melakukan pengecekan kesiapan tim gabungan di lokasi operasi.

Kegiatan operasi masker dipimpin oleh, Camat Oebobo Max Maahuri, dan diikuti oleh Lurah Penfui, Lurah Liliba, Lurah Naimata, Lurah Oesapa Selatan, anggota SatPol PP, Dinas Perhubungan Kota Kupang, Babinsa, Babimkamtibmas dan Babinpotdirga (Bintara Pembina Potensi Dirgantara) TNI AU.

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

[addtoany]
[addtoany]