Warga Desa Oengae Minta Pemerintah Daerah Segera Hentikan Penambangan Pasir Yang Diduga Milik Kades Tesabela

  • Whatsapp
banner 468x60

PORTALNTT.COM, ROTE NDAO – Abrasi pantai yang kian hari terus menerus  merusak pantai desa Oenggae dan desa Tesabela kecamatan pantai baru kabupaten Rote Ndao menuai protes dari sejumlah para meneleo dan tokoh masarakat desa Enggae.

Marselinus Leuanan seorang maneleo suku Sanik ketika dikonfirmasi portalNTT, Jumat, (16/06/2017) di desa Oenggae mengatakan dirinya merasa kecewa terhadap tindakan camat Fons Saek dan kepala desa yang tidak mengindahkan usulannya saat mengikuti rapat musrembang desa dan musrembang  tingkat kecamatan karena dirinya sangat prihatin terhadap kondisi lingkungan yang kian hari dilanda abrasi yang terus mengancam kehidupan warga di kecamatan pantai baru karena itu dirinya meminta pemerintah agar mencermati serius permasalahan ini pasalnya permasalahan ini sangat amat serius mengancam kehidupan dua desa.

“Saya sebagai maneleo mengharapkan kedepannya penambangan ini tolong dikaji kembali dampak amdalnya dan bila perlu di tutup saja atau dialihkan saja ke lokasi penambangan lain,” imbuhnya.

Mahmud Lelo Samby seorang kepala dusun  desa Oenggae mengatakan dirinya menyesal dengan kegiatan penambangan ini dan Ia menilai bahwa pemerintah seolah-olah menutup mata dengan permasalahan ini padahal kegiatan ini telah mengancam  kehidupan 150 rumah warga desa Oengae dimana jika air laut pasang maka 150 rumah warga ini harus terendam air laut sepanjang 50 meter.

Mahmud mengungkapkan penambangan itu merupakan wilayah konservasi lingkungan yang perlu dilestarikan  sayangnya wilayah ini sudah berubah sangat amat drastis dimana pohon bakaunya sudah rusak dan pantainya sudah rusak dan ternyata kegiatan penambangan ini atas ijin oleh salah seorang oknum penjabat kepala desa tesabela Gustaf Folla yang diduga milik pribadi Gustaf Folla yang selama ini meraup keuntungan dari kegiatan tersebut.

Penjabat kepala desa Tesabela Gustaf Folla ketika dikonfirmasi portalNTT via telepon selular mengatakan kegiatan penambangan tersebut milik pribadinya atas ijin pemda provinsi NTT dan sampai saat ini dirinya belum mendapat keluhan dari warga yang merasa dirugikan terkait persoalan tersebut. (Nadus)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60