Home / Daerah / Aksi Unik Pasutri Beda Negara, Rayakan 25 Tahun Pernikahan

Aksi Unik Pasutri Beda Negara, Rayakan 25 Tahun Pernikahan

984 Kali dibaca

Bagikan Halaman ini

[addtoany]
[addtoany]

KOTA KUPANG – Cinta memang sejatinya tak pernah lekang oleh waktu. Seperti yang terjadi pada pasangan suami istri (pasutri) Mr John Fischbach dan Mrs Fischbach Fangidae. Dua insan beda negara ini memutuskan membangun biduk rumah tangga 25 tahun lalu, tepatnya tanggal 19 Juni 1995.

Dipersatukan di altar Tuhan, dua pasutri ini tetap teguh mempertahankan cinta mereka. Melewati banyak hal dalam kehidupan, dengan berbagai persoalan yang timbul tak pernah sedikitpun melunturkan janji suci yang terikrar indah di hadapan Tuhan.

Momentum penuh makna dalam nuansa cinta yang begitu mendalam, dimaknai pasutri ini dengan ucapan syukur atas penyelenggara Tuhan dalam hidup mereka.

Rasa syukur itu, tak ingin dinikmati sendiri, namun Tuan John dan Nyonya Fischbach merayakan dalam cara yang berbeda dari lazimnya sebuah pesta perak pernikahan.

Warga negara Amerika yang berdomisili di Los Angels ini, merayakan HUT pernikahan mereka dengan melakukan aksi sosial kemanusiaan di tengah pandemik Covid-19 yang melanda dunia.

Lebih menariknya, aksi sosial kemanusiaan ini bukan dirayakan di Amerika tempat tinggal mereka namun dilakukan di negara Indonesia, tepatnya di Kota Kupang, tempat kelahiran Nyonya Fischbach Fangidae.

Melalui tim kerja yang solid, Erwin Manu, Noni Kune, ibu Ridho Uli dan pendeta Elen Boru melakukan aksi sosial kemanusiaan bagi-bagi sembako, uang tunai untuk pembangunan rumah persekutuan doa dan beberapa pendeta serta orang-orang miskin di Kota Kupang dan Kabupaten TTS.

Pembagian sembako oleh Ibu Pendeta Elen Boru kepada warga penerima bantuan.

Erwin Manu salah seorang Tim kerja Nyonya Fischbach Fangidae mengatakan setelah mendapatkan mandat dari Amerika mereka pun melakukan aksi sosial kemanusiaan dengan membagi-bagi sembako kepada warga penyandang disabilitas di Kota Kupang dan Soe, KK miskin di Kota Kupang dan Soe, membantu uang tunai untuk pembangunan rumah persekutuan doa, bedah rumah di Fatufeto dan uang tunai kepada beberapa pendeta yang adalah teman Nyonya Fischbach Fangidae.

“Ini adalah acara puncak ucapan syukur dengan ibadat yang dipimpin ibu Pendeta Elen Kana – Boru, lalu ada pemberian uang tunai dan sembako lalu jamuan makan bersama,” ungkap Erwin pada media ini dalam acara resepsi pernikahan di Restoran Nelayan, Kota Kupang, Jumat (19/6/2020).

Erwin mengatakan, Nyonya Fischbach Fangidae telah lama melakukan aksi kemanusiaan seperti ini.

“Saya menjadi tim Nyonya tahun 2015. Dan pada bulan Oktober saya mulai dikasih kepercayaan untuk membantu melakukan aksi sosial kemanusiaan ini. Sebelum saya sudah ada tim yang telah membantu Nyonya Fischbach,” ungkap Erwin.

Salah tim kerja lainnya, Noni Kune, mengakui bahwa Nyonya Fischbach Fangidae merupakan orang yang dermawan dan berhati mulia. Selalu memperhatikan dan membantu sesama, terlebih pada orang-orang miskin dan susah.

“Nyonya memiliki kepuasaan bathin yang luar biasa kalau bisa melihat orang miskin dan susah bisa merasakan kebahagiaan melalui apa yang diberikan dan tersenyum penuh syukur,” ungkap Noni Kune.

Noni Kune mengakui, apa yang dilakukan Nyonya Fischbach Fangidae saat ini sama seperti yang dilakukan ayahnya Pendeta Eli Fangidae dan Ibu Yaya Fangidae Padji Lomi yang kini telah dipanggil Tuhan.

“Saya kenal baik sama almarhum pendeta Eli Fangidae. Beliau misionaris Amerika yang banyak sekali melakukan aksi sosial kemanusiaan. Jadi apa yang dilakukan nyonya Fischbach adalah bagian dari melanjutkan karya baik yang telah dirintis kedua orang tuanya,” jelas Noni Kune.

Noni Kune berharap hal baik yang dilakukan dapat bermanfaat bagi mereka yang menerima.

“Saya sangat bangga dengan pasangan ini, meskipun tinggal di Amerika tapi mau tetap peduli pada orang-orang miskin dan susah di Kota Kupang, TTS dan daerah lainnya,” tandas Noni Kune.

Untuk diketahui, Nyonya Fischbach Fangidae merupakan salah satu pendonor yang aktif melakukan aksi sosial kemanusiaan di 15 negara.

Aksi sosial kemanusiaan ini dilakukannya melalui organisasi sosial resmi seperti Red Cross Amerika (Palang Merah Amerika), sebuah lembaga yang aktif melakukan kegiatan-kegiatan sosial kemanusiaan di seluruh dunia.

Selain itu Nyonya Fischbach Fangidae juga aktif membantu anak-anak miskin yang terkena busung lapar seperti di negara Ethiopia, memalui sebuah organisasi resmi khusus yang menangani masalah busung lapar di dunia, Feed The Children. (Jefri Tapobali)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

[addtoany]
[addtoany]