PORTALNTT.COM, ATAMBUA – Putri Yoseph (30) merupakan peserta yang terdaftar Program Jaminan Kesehatan Nasional JKN dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) salah satu anak perusahaan BUMN. Meskipun penghasilan Putri per bulannya sudah dipotong sejak tahun 2014 hingga sekarang, ia merasa tidak keberatan dan sangat senang bisa membantu orang yang sedang sakit melalui iurannya.
“Saya menyadari bahwa menjadi peserta JKN tidak hanya semata-mata untuk mendapatkan perlindungan kesehatan bagi diri saya sendiri, namun juga untuk saling membantu saudara-saudara diluar sana yang sedang sakit,’’ ungkap Putri pada saat ditemui tim Jamkesnews di sela-sela kesibukannya di kantor.
Wanita asal Kota Kupang ini baru saja memanfaatkan Kartu JKN untuk pengobatan giginya yang membuat dirinya tidak nyaman akhir-akhir ini. Awal mulanya merasa sakit di gigi atasnya sebelah kanan, namun lama-kelamaan saat mengunyah makanan sakitnya semakin terasa dan bahkan menggangu kosentrasinya saat bekerja.
“Saya selama ini memang belum pernah menggunakan kartu ini. Dua minggu lalu saya baru saja meng-install aplikasi Mobile JKN dan saya baru lihat faskes saya masih terdaftar di Kupang. Akhirnya saya pindahkan faskes saya ke Atambua. Setelah itu, saya langsung periksa ke dokter gigi dan saya diberikan rujukan ke rumah sakit umum. Kalau saya liat di surat rujukannya, saya di diagnosa nekrosis pulpa,” ceritanya.
Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan penjelasan dokter, nekrosis pulpa adalah kondisi dimana saraf-saraf pada gigi telah mati. Jika tidak segera ditangani, maka akan merusak struktur gigi dan juga menyebabkan masalah kesehatan mulut lainnya.
“Saya sudah ke rumah sakit dua kali, setiap hari selasa untuk melakukan perawatan saluran akar. Dokter enggan untuk melakukan pencabutan gigi, sehingga saya di minta untuk setiap minggu kontrol untuk melakukan pembersihan gigi selama 6 kali. Saya juga diberikan obat dan tidak berbayar,” ungkap Putri.
Berbekal pengalamannya tersebut, Putri tak lupa mengajak masyarakat yang belum menjadi peserta JKN agar segera mendaftarkan diri dan keluarganya. Tanpa adanya Program JKN, masyarakat bisa sulit mengakses pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan dikarenakan biaya pengobatan yang semakin lama semakin tinggi. Ia juga berharap Program JKN dapat terus berjalan berkesinambungan untuk membawa manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan akses layanan kesehatan. (ir)







