Animo Masyarakat SBD Untuk Ber-KB Sangat Tinggi, Jumlah Aseptor Melebihi Target

  • Whatsapp
banner 468x60

PORTALNTT.COM, SUMBA BARAT DAYA –
Menjelang Hari Keluarga Nasional yang jatuh pada tanggal 29 Juni mendatang, Dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan Anak, pengendalian penduduk dan keluarga Berencana Kabupaten Sumba Barat Daya, Kamis (24/6) lalu menggelar kegiatan pelayanan sejuta aseptor. Hasilnya target aseptor yang semula 588 melonjak hingga 1.180.

“Benar hari kamis kemarin kami ada kegiatan pelayanan sejuta aseptor. Kegiatan ini sendiri dilakukan menyongsong Hari Keluarga Nasional pada tanggal 29 nanti dipadukan dengan kegiatan Hari Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dirayakan pada kamis itu. Bagaimanapun bidan punya peran penting untuk ini. BKKBN tanpa bidan kan tidak bisa,” ungkap Kepala Dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan Anak, pengendalian penduduk dan keluarga Berencana Kabupaten Sumba Barat Daya, Oktavina Samani, Sabtu (26/6) pagi.

Oktavina menyebut bahwa dalam pelayanan aseptor ini dilaksanakan secara serentak di 15 puskesmas dan di RSUD Redambolo, Sumba Barat Daya dengan jenis kontrasepsi yang dilayani diantara kondom, pil, suntik, implan termasuk juga operasi Metode Operasi Wanita (MOW). Khusus operasi wanita sebutnya baru pertama dilakukan di Sumba Barat Daya dengan 5 aseptor sebagai pasiennya.

“Puji Tuhan perdana ini kita dapat 5 orang dan kesemua prosesnya kami lakukan di RSUD Pratama Redambolo,” tambahnya.

Diakuinya walaupun mengalami kesulitan diawal, namun dengan kerja keras pihaknya melalui KIE dengan melibatkan para petugas kesehatan di puskesmas perlahan-lahan masyarakat sebutnya sudah mulai sadar akan pentingnya ber-KB. Hal ini dibuktikan dengan antusiasme warga dalam mengikuti kegiatan pelayanan aseptor. Bahkan diantaranya tidak sempat terlayani akibat keterbatasan alat kontrasepsi (Alkon).

“Targetnya sendiri kita dikasih dari provinsi itu 588 tapi syukur bisa melewati target hingga 1.180 aseptor. Harapan saya sih dengan penggalakkan KIE yang kita buat, masyarakat sudah mulai sadar untuk mulai ber-KB karena sadar atau tidak masyarakat yang tidak ber-KB sedang mereka punya anak banyak dan tidak ditopang ekonomi keluarga yang bagus otomatis stunting yang kita mau antisipasi ini tidak akan tercapai,” katanya.

Hal senada pun disampaikan Kepala Seksi Jaminan Ber KB, Ester Dabi Dede. Menurutnya ber-KB itu baik dan menguntungkan sekaligus membantu menjaga kesehatan ibu dan anak. Hal ini penting agar menekan angka kematian ibu dan anak yang kerap terjadi.

Namun demikian, Ester mengakui bahwa kesadaran paling tinggi ber-KB baru dimiliki oleh wanita. Berbeda dengan laki-laki yang hingga kini belum mau mengikuti pelayanan tersebut padahal menurutnya laki-laki juga bisa mengambil bagian di dalamnya.

“Pemahaman masyarakat khusus kaum bapak mengangap KB itu hanya perempuan padahal tidak begitu. Laki-laki juga bisa misalnya dengan kondom atau Metode Operasi Pria. Setiap tahun ada target untuk laki-laki itu misalnya di tahun 2021 itu ada 10 tapi sampai sekarang tidak ada yang mau. Kita sudah berupaya dengan terus menggelar sosialisasi dengan memulainya di pemerintah. Dan semoga ke depan ada yang mau ikut ber-KB juga,” katanya. (Red)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60