Bank Mandiri Genjot Ekonomi NTT, Siapkan Rp350 Miliar KUR untuk UMKM pada 2026

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, KUPANG – Komitmen memperkuat perekonomian daerah kembali ditegaskan oleh Bank Mandiri di NTT. Sepanjang tahun 2026, bank milik negara ini menargetkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp350 miliar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah tersebut.

Area Head Bank Mandiri Area NTT, Dewa Made Sugianta, mengatakan hingga pertengahan Maret 2026 realisasi penyaluran KUR telah mencapai sekitar Rp21 miliar.

“Target penyaluran KUR tahun ini Rp350 miliar. Hingga saat ini yang sudah terealisasi sekitar Rp21 miliar,” kata Dewa saat berbuka puasa bersama awak media di Kupang, Senin (16/3/2026).

Menurutnya, dukungan pembiayaan bagi UMKM di NTT terus menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun. Pada 2025 lalu, realisasi penyaluran KUR bahkan melampaui target yang ditetapkan.

Dewa menyebutkan, target KUR Bank Mandiri di NTT pada 2025 sebesar Rp150 miliar, namun realisasinya mencapai sekitar Rp176 miliar. Selain itu, total kredit yang disalurkan kepada pelaku UMKM di wilayah NTT sepanjang tahun tersebut mencapai Rp363 miliar.

“Ini menunjukkan bahwa sektor UMKM di NTT memiliki potensi yang besar dan membutuhkan dukungan pembiayaan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menegaskan, Bank Mandiri akan terus memperkuat peran dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama melalui akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil.

“Bank Mandiri hadir bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra pembangunan ekonomi daerah, khususnya dalam memperkuat sektor UMKM,” tegasnya.

Saat ini, Bank Mandiri memiliki 18 kantor cabang yang tersebar di berbagai wilayah di NTT. Seluruh jaringan tersebut dilengkapi fasilitas setor tunai dan didukung standar layanan Service Level Agreement (SLA) sebesar 99,8 persen untuk memastikan operasional perbankan berjalan optimal.

Selain pembiayaan, Bank Mandiri juga menyiapkan berbagai langkah untuk menghadapi kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri 2026 dan libur panjang.

“Kami menyiapkan ketersediaan uang tunai sekitar Rp15,8 miliar untuk mengantisipasi peningkatan transaksi selama periode Lebaran,” jelas Dewa.

Di sisi lain, penggunaan sistem pembayaran digital juga terus meningkat. Hingga kini, jumlah merchant yang menggunakan QRIS di wilayah Kupang telah mencapai sekitar 30 ribu pengguna.

Pada kesempatan tersebut, Dewa juga memperkenalkan dirinya sebagai Area Head Bank Mandiri NTT yang baru menjabat sekitar satu bulan, menggantikan Leonardo Silitonga.

Meski baru menjabat, ia mengaku tidak asing dengan wilayah NTT. Dewa pernah bertugas di daerah ini pada awal kariernya di Bank Mandiri, termasuk sebagai Kepala Cabang di Ruteng dan Labuan Bajo.

Ia berharap kolaborasi antara perbankan, pemerintah daerah, pelaku usaha, serta media dapat terus diperkuat demi mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperluas akses layanan perbankan bagi masyarakat di NTT.

“Sinergi dengan berbagai pihak sangat penting agar kehadiran Bank Mandiri benar-benar memberikan manfaat nyata bagi pembangunan ekonomi di NTT,” pungkasnya.

Komentar Anda?

Related posts