PORTALNTT.COM, KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional. Berdasarkan data terbaru dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada masyarakat,
puluhan proposal dosen Undana dinyatakan lolos seleksi pendanaan tahun anggaran 2026.
Pendanaan tersebut mencakup berbagai skema strategis, mulai dari Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), hingga Program Riset Konsorsium Unggulan Berdampak. Capaian ini sekaligus menegaskan posisi Undana sebagai salah satu perguruan tinggi yang aktif mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Fokus Hilirisasi dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal
Pada skema Pengabdian kepada Masyarakat, sejumlah proposal unggulan menunjukkan fokus kuat pada hilirisasi produk lokal dan penguatan ekonomi berbasis potensi daerah.
Salah satunya adalah program “AVOTEA” yang diketuai Maria Prudensiana Leda Muga. Program ini mengolah limbah biji alpukat menjadi produk teh herbal bernilai ekonomis di Desa Oelbubuk. Selain itu, terdapat program “GEMAR KEMIRI” yang dipimpin Ni Putu Nursiani, yang mengembangkan pemanfaatan limbah kemiri menjadi briket sebagai sumber energi alternatif di Kabupaten Kupang.
Tak hanya itu, inovasi di sektor akuakultur juga mendapat perhatian melalui program yang dipimpin Immaria Fransira, yang mengintegrasikan teknologi budidaya dengan strategi pemasaran digital bagi para pembudidaya di Kota Kupang. Sementara di Kabupaten Rote Ndao, Verdy Ariyanto Koehuan mengembangkan sistem peternakan modern terintegrasi untuk memperkuat ketahanan pangan.
Riset Fundamental hingga Strategis
Di bidang penelitian, Undana juga berhasil meloloskan berbagai proposal dalam skema Penelitian Dosen Pemula, Penelitian Fundamental Reguler, hingga Tesis Magister.
Topik riset yang diangkat pun beragam dan menyentuh isu-isu strategis. Mulai dari konservasi sapi Rote melalui identifikasi morfometrik dan keragaman gen IGF oleh Ni Made Paramita Setyani, hingga kajian manajemen risiko komunikasi digital dalam sektor pariwisata Kabupaten Kupang oleh Petrus Ana Andung.
Selain itu, inovasi di bidang kesehatan lingkungan dilakukan melalui pengembangan green coating berbasis komposit untuk mengurangi kesadahan air oleh Remigildus Cornelis. Di sektor ekonomi biru, Emilia Gie mengkaji praktik akuntansi keberlanjutan pada UMKM berbasis rumput laut di Kecamatan Semau.
Iklim Riset Semakin Inklusif
Kepala LP2M Undana, Prof. Ir. Yosep Seran Mau, M.Sc., Ph.D., menyambut positif capaian tersebut. Menurutnya, keberagaman bidang ilmu yang lolos pendanaan menunjukkan bahwa iklim riset di Undana semakin inklusif.
“Kami sangat bangga melihat keterwakilan berbagai program studi dalam daftar penerima pendanaan tahun ini. Ini membuktikan bahwa semangat meneliti dan mengabdi telah mengakar di seluruh fakultas, baik eksakta maupun sosial-humaniora,” ujarnya.
Ia menambahkan, dominasi bidang pertanian dan peternakan sejalan dengan visi Undana sebagai pusat keunggulan riset di wilayah lahan kering kepulauan. Namun, kehadiran riset di bidang teknik, kesehatan, dan ekonomi bisnis turut memperkuat ekosistem inovasi yang lebih komprehensif di NTT.
Riset Konsorsium Unggulan Bernilai Strategis
Salah satu capaian paling prestisius datang dari lolosnya proposal dalam skema Riset Konsorsium Unggulan Berdampak. Riset yang dipimpin Prof. Dr. rer. nat. Antonius R. B. Ola, S.Si., M.Sc., mengangkat judul “BIO-KOJI NUSANTARA”.
Penelitian ini berfokus pada pengembangan asam kojat dari mikroorganisme lokal Timor sebagai bio-preservatif unggulan untuk industri krustasea nasional. Proyek tersebut berhasil memperoleh pendanaan sebesar Rp551.569.000 untuk tahun pelaksanaan 2026.
Capaian ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi seluruh civitas akademika Undana untuk terus berinovasi dan menghasilkan riset yang berdampak nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.







