Branch Manager KB Bukopin Kupang Akui Pemindahan Dana Nasabah Sudah Sesuai SOP

  • Whatsapp
banner 468x60

PORTALNTT.COM, KOTA KUPANG – Menanggapi pemberitaan tentang salah satu nasabah KB Bukopin cabang Kupang yang merasa dirugikan karena dana simpanannya telah dipindahkan ke rekening lain secara sepihak, manajemen KB Bukopin angkat bicara.

Sebagaimana diberitakan, salah satu nasabah KB Bukopin, Rebeka Adu Tadak, melaporkan KB Bukopin Cabang Kupang atas dugaan tindakan penggelapan dana. Kronologis masalah ini bermula saat nasabah merasa dananya di KB Bukopin dipindahkan sepihak pada sekitar November 2019.

Diketahui bahwa pemindahan dana nasabah tersebut dilakukan sesuai standar prosedur operasional dimana diinstruksikan dan diketahui oleh nasbah yang bersangkutan.

Lebih lanjut, atas permintaan yang bersangkutan Bank KB Bukopin dengan itikad baik telah menyampaikan rincian kronologis transaksi yang menjadi pembicaraan pada saat ini dengan data yang selengkap-lengkapnya pada 05 Maret 2020 di Kantor Bank KB Bukopin Cabang Kupang.

Branch Manager KB Bukopin Kupang, M. Nasyarudin menjelaskan bahwa setelah pihak Bank memberikan keterangan secara terperinci, Bank KB Bukopin juga telah beberapa kali diperiksa untuk memberikan keterangan dan juga menyampaikan bukti- bukti ada kepada pihak Kepolisian NTT.

“Kami dari pihak Bank KB Bukopin selalu menghormati proses hukum yang berlaku, dan kami selalu bersikap kooperatif dengan Ibu Rebeka dan juga pihak Kepolisian NTT,” jelas M. Nasyarudin.

Setelah serangkaian proses hukum yang sudah digelar sebelumnya, pihak kepolisian NTT secara resmi mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyelidikan (SP3) No. SPPLID/69/X/2020/Diterskrimsus pada tanggal 16 Oktober 2020, yang berisikan penghentian proses penyelidikan atas laporan Ibu Rebeka Adu Tadak terhadap Bank KB Bukopin dikarenakan tidak cukup bukti atau peristiwa tersebut bukan merupakan tindak pidana.

M. Nasyarudin juga menyayangkan kejadian non-hukum yang terjadi pada kantor cabang Bank KB Bukopin Kupang pada tanggal 10 Februari 2022 lalu, serta menjelaskan sekali lagi bahwa permasalahan antara Ibu Rebeka Adu Tadak dengan Bank KB Bukopin telah diproses secara hukum di Polda NTT dan telah dikeluarkan SP3.

“Kami menyayangkan kejadian yang terladi di kantor kami beberapa waktu lalu, dan juga meminta maaf kepada seluruh nasabah Bank KB Bukopin di Kupang karena kegiatan operasional sedikit terganggu,” pungkas Nasyarudin.

Tentang Bank KB Bukopin

PT Bank KB Bukopin Tbk (“KB Bukopin”) adalah perusahaan yang bergerak di bidang perbankan. Didirikan pada tanggal 10 Juli 1970 dengan nama Bank Umum Koperasi Indonesia, Bank Bukopin tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2006 dengan kode emiten BBKP.
Bank KB Bukopin merupakan bank yang fokus pada segmen ritel, yang terdiri dari segmen Konsumer dan UKMserta didukung oleh segmen Komersial. Sesuai dengan misi “Memahami dan Memberi Solusi kepada Nasabah”.

Bank KB Bukopin senantiasa melakukan inovasi dan peningkatan layanan kepada para nasabah dengan melakukan modernisasi infrastruktur TI serta menyiapkan beragam produk dan layanan berbasis perbankan digital seperti aplikasi Bukopin Mobile dan aplikasi perbankan digital Wokee.

Pada 23 Februari 2021, setelah mendapatkan pernyataan efektif dari OJK, mengumumkan perubahan nama dari PT.Bank Bukopin Tbk menjadi PT. Bank KB

Bukopin Tbk (KBBukopin) dengan tagline baru “Bersama, Kita Bintang Finansialnya.”
Komposisi setelah pelaksanaan PUT VI, saham Bank KB Bukopin dimiliki oleh KB Kookmin Bank 67%, Negara melalui PT. Perusahaan Pengelolaan Aset (PPA) 1% dan publik mencapai 32%.

Bank KB Bukopin beroperasi di 24 provinsi, dengan 379 outlet dan 795 unit ATM, serta tergabung dalam jaringan ATM Prima dan ATM Bersama.

Diberitakan sebelumnya, Pengacara kondang Agustinus Nahak selaku kuasa hukum Rebeka Adu Tadak bersama tim mendatangi Mapolda NTT.

Kedatangan Agustinus Nahak dengan maksud agar meminta Polda NTT membuka kembali kasus raib uang milik kliennya yang sempat dihentikan.

“Saya telah bersurat kepada Kapolda NTT tembusan ke Kapolri dan Lembaga Penjamin Simpanan terkait dengan raib atau hilangnya uang klien saya,” tandasnya.

Agustinus Nahak menantang Polda NTT untuk membongkar konspirasi atau permufakatan jahat yang terjadi di perbankan khususnya di Bank Bukopin cabang Kupang sampai mengakibatkan raibnya deposito senilai Rp 3 Miliar milik kliennya.

“Bank Bukopin harus bertangungjawab dengan mengembalikan uang klien saya, karena uang itu disimpan di Bank Bukopin bukan ke pihak lain,” tegas Nahak.

“Ini kasus yang luar biasa. Kapolda NTT harus berani membongkar sindikat atau motif dari kejahatan yang tersistematis, terstruktur dan yang kami lihat ini adalah pemufakatan jahat yang dilakukan oleh Bank Bukopin dan PT. Mahkota Properti Indo Permata Jakarta,” tandasnya menambahkan.

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60