Di Tengah Luka Flores, Nando Soares Pimpin Gerindra NTT Antar Bantuan hingga 30 Titik Terdampak

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, NAGEKEO – Di tengah suasana duka dan ketidakpastian setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Flores, Sabtu (15/8/2026), perhatian tidak hanya tertuju pada kerusakan bangunan. Di sejumlah titik, warga masih bertahan dengan rasa cemas, sebagian memilih berada di luar rumah karena khawatir gempa susulan.

Di tengah situasi itu, rombongan Partai Gerindra Nusa Tenggara Timur memilih datang mendekat.

Dipimpin Wakil Ketua DPRD NTT, Fernando Jose Osorio Soares atau akrab disapa Nando Soares, tim Gerindra NTT menyisir sekitar 30 titik terdampak gempa, mulai dari Mbay hingga Boawae, yang mencakup sejumlah wilayah di Kabupaten Nagekeo dan Ngada.

Mereka tidak datang sekadar untuk melihat kondisi. Dari satu titik ke titik lain, bantuan sembako dibawa dan diserahkan langsung kepada warga yang terdampak.

Perjalanan itu menjadi cara sederhana untuk menyampaikan pesan bahwa di tengah bencana, masyarakat tidak menghadapi semuanya seorang diri.

“Hari ini kami bergerak di sekitar 30 titik, dari Mbay sampai Boawae, di wilayah Nagekeo dan Ngada. Kami membawa bantuan sembako untuk warga,” kata Nando.

Menembus Titik-Titik Terdampak

Bagi Nando, dalam situasi darurat, waktu memiliki arti penting. Bantuan yang terlalu lama berhenti di satu tempat berisiko tidak segera menjangkau warga yang membutuhkan.

Karena itu, tim Gerindra memilih turun langsung. Mereka menyusuri wilayah terdampak, melihat kondisi warga, mendengar kebutuhan mereka, sekaligus memastikan bantuan pangan benar-benar sampai ke tangan masyarakat.

Bagi sebagian warga, bantuan itu mungkin tidak besar. Namun, di tengah situasi ketika aktivitas masyarakat terganggu dan kebutuhan sehari-hari menjadi persoalan, kehadiran orang lain yang datang membawa bantuan memiliki makna tersendiri.

“Dalam keadaan seperti ini, yang paling penting adalah memastikan masyarakat tidak merasa menghadapi bencana sendirian. Kita harus hadir, melihat langsung keadaan mereka dan membantu apa yang paling dibutuhkan,” ujar Nando.

Ia menyebut penanganan pascagempa tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Pemerintah, lembaga kemanusiaan, organisasi sosial, partai politik, dunia usaha dan masyarakat perlu bergerak bersama sesuai kemampuan masing-masing.

Sebab, kata dia, setelah gempa berhenti, persoalan warga justru belum selesai.

Kebutuhan pangan harus dipenuhi. Tempat pengungsian harus dipastikan aman. Air bersih harus tersedia. Pelayanan kesehatan perlu diperkuat. Anak-anak, perempuan dan lanjut usia juga membutuhkan perhatian khusus.

“Bencana Tidak Mengenal Warna Politik”

Nando menegaskan, dalam situasi bencana, kepentingan kemanusiaan harus ditempatkan di atas kepentingan lainnya.

“Bencana tidak mengenal warna politik. Ketika rakyat sedang menghadapi kesulitan, tugas kita adalah hadir dan bekerja. Hari ini yang dibutuhkan masyarakat bukan banyak bicara, tetapi tangan yang bergerak dan bantuan yang benar-benar sampai,” tegasnya.

Pesan itu pula yang dibawa dalam perjalanan tim Gerindra NTT menyisir puluhan titik terdampak.

Bukan sekadar menyerahkan bantuan, tetapi juga melihat langsung wajah-wajah warga yang sedang berusaha bangkit dari keterkejutan.

Di tengah rumah yang rusak, aktivitas yang belum sepenuhnya pulih dan kekhawatiran akan gempa susulan, kehadiran menjadi bagian penting dari respons kemanusiaan.

Nando memastikan Gerindra NTT akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Bantuan, menurut dia, harus mengikuti kebutuhan warga yang bisa berubah dari waktu ke waktu.

Hari ini mungkin pangan menjadi kebutuhan paling mendesak. Besok, kebutuhan warga bisa bergeser pada air bersih, layanan kesehatan, tempat tinggal sementara atau kebutuhan lainnya.

“Kami akan terus melihat perkembangan di lapangan. Prinsipnya sederhana: jangan biarkan ada warga terdampak yang merasa ditinggalkan,” pungkas Nando.

Komentar Anda?

Related posts