PORTALNTT.COM, KUPANG – Menjelang pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT), KSP Kopdit Swasti Sari diterpa isu serius. Sejumlah pihak menduga adanya konspirasi yang dirancang untuk mengendalikan jalannya forum tertinggi koperasi, mulai dari pergantian utusan cabang hingga skenario voting dalam penentuan Ketua Pengurus dan Pengawas.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, beberapa utusan cabang diduga diganti secara sepihak tanpa melalui mekanisme yang transparan. Pergantian ini disebut terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Kota Kupang, Oesao, Alor, Larantuka, dan Adonara.
Langkah tersebut dinilai bukan sekadar persoalan administratif, melainkan bagian dari strategi untuk memengaruhi komposisi suara dalam RAT. Dengan perubahan utusan, arah keputusan forum diduga dapat dikendalikan oleh pihak-pihak tertentu.
“Kalau utusan cabang diganti tanpa dasar yang jelas, maka independensi RAT dipertanyakan. Ini bukan lagi forum demokratis, tapi berpotensi menjadi forum yang diarahkan,” ujar salah satu sumber internal pada PortalNTT, Kamis (23/4/2026).
Tak hanya itu, muncul pula dugaan adanya skenario voting yang telah dirancang sebelumnya, khususnya dalam proses penentuan Ketua Pengurus dan Pengawas. Skema ini disebut-sebut bertujuan untuk memastikan kandidat tertentu dapat terpilih, terlepas dari aspirasi mayoritas anggota.
Situasi ini memicu kekhawatiran akan tergerusnya prinsip dasar koperasi yang menjunjung tinggi kedaulatan anggota. Dalam Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, Rapat Anggota ditegaskan sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, sehingga setiap keputusan harus mencerminkan kehendak anggota secara jujur dan adil.
Sejumlah anggota menilai, jika dugaan konspirasi ini benar terjadi, maka bukan hanya legitimasi hasil RAT yang dipertaruhkan, tetapi juga kepercayaan anggota terhadap institusi koperasi secara keseluruhan.
“RAT seharusnya menjadi ruang demokrasi yang sehat. Jika sudah ada skenario dan pengaturan sejak awal, maka hasilnya tidak lagi mencerminkan suara anggota,” tegas seorang anggota lainnya.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak manajemen KSP Kopdit Swasti Sari terkait berbagai tudingan tersebut. Namun, desakan untuk membuka secara transparan daftar peserta RAT, mekanisme pergantian utusan, serta sistem voting terus menguat.
General Manager KSP Kopdit Swasti Sari, Imelda Anin yang dihubungi media inj tidak merespon konfirmasi yang dilakukan wartawan.
Sejumlah pihak bahkan mendorong adanya pengawasan independen guna memastikan pelaksanaan RAT berjalan sesuai prinsip demokrasi, transparansi, dan akuntabilitas, demi menjaga integritas serta keberlangsungan koperasi ke depan.







