PORTALNTT.COM, KUPANG – Rahmat Saleh, Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia Bank Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) menegaskan bahwa Rencana Strategi Teknologi Informasi (RSTI) Tahun 2026 menjadi pijakan strategis bagi Bank NTT dalam menyelaraskan pengembangan teknologi informasi dengan kebutuhan bisnis serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Rahmat, penguatan teknologi informasi tidak lagi sekadar berfungsi sebagai penunjang operasional, tetapi telah menjadi fondasi utama dalam mendorong daya saing perbankan daerah di tengah percepatan digitalisasi sektor keuangan.
“RSTI 2026 kami susun untuk memastikan pengembangan teknologi informasi berjalan searah dengan strategi bisnis Bank NTT, sekaligus menjawab ekspektasi masyarakat terhadap layanan perbankan yang cepat, aman, dan mudah diakses,” ujar Rahmat usai menghadiri Pengesahan Rencana Strategi Teknologi Informasi (RSTI) Tahun 2026 dalam Lingkup Kelompok Usaha Bank (KUB) di Bank Jatim, 14-15 Januari 2026.
Ia menjelaskan, implementasi RSTI 2026 mencakup penguatan sistem inti perbankan, peningkatan keamanan siber, serta pengembangan layanan digital yang berorientasi pada kebutuhan nasabah.
Seluruh langkah tersebut dirancang agar Bank NTT tetap relevan dan adaptif menghadapi perubahan lanskap industri perbankan.
Rahmat juga menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia dalam mendukung transformasi digital. Menurut dia, investasi teknologi harus diiringi dengan peningkatan kompetensi pegawai agar implementasi strategi berjalan optimal dan berkelanjutan.
“Transformasi digital tidak hanya soal perangkat dan sistem, tetapi juga tentang manusia yang mengelolanya. Karena itu, penguatan kapasitas SDM menjadi bagian tak terpisahkan dari RSTI 2026,” katanya.
Melalui RSTI 2026, Bank NTT diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai bank pembangunan daerah yang modern, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat Nusa Tenggara Timur, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.







