Dosen Undana Latih Peternak Desa Rabeka Produksi Pakan Fermentasi, Dorong Kemandirian Usaha Ayam KUB

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, KUPANG – Tim dosen Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang melaksanakan kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) di Desa Rabeka, Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang, Sabtu (13/6/2026). Melalui kegiatan tersebut, para peternak ayam lokal dibekali keterampilan memproduksi pakan fermentasi berbasis bahan lokal serta pengetahuan pencegahan penyakit ternak guna meningkatkan kemandirian usaha ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB).

Kegiatan pengabdian ini dipimpin oleh Ir. N.G.A. Mulyantini, S.S., MScAg., PhD, bersama Dr. drh. Novalino H.G. Klau, MSi, dan Dr. Ir. Ulrikus R. Lole, MSi. Program tersebut didanai penuh oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui skema Pengabdian Kemitraan Masyarakat.

Mulyantini menjelaskan, pelatihan ini merupakan upaya menghadirkan solusi bagi peternak rakyat di wilayah lahan kering Nusa Tenggara Timur yang selama ini menghadapi tingginya harga pakan komersial dan ancaman penyakit musiman yang kerap menurunkan produktivitas ternak.

“Kami mengenalkan sekaligus mempraktikkan langsung cara mengolah bahan-bahan yang tersedia di sekitar lingkungan peternak, seperti jagung, dedak, daun kelor, dan lamtoro menggunakan EM4 serta gula lempeng lokal. Tujuannya agar peternak dapat menekan biaya produksi sekaligus memanfaatkan sumber daya yang ada di desa,” ujar Mulyantini.

Sebanyak 10 anggota kelompok peternak mengikuti pelatihan tersebut. Mereka tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembuatan pakan fermentasi sederhana yang dapat diterapkan secara mandiri di tingkat rumah tangga peternak.

Selain pelatihan pakan, tim pengabdian juga memberikan edukasi mengenai pencegahan penyakit ternak yang dipandu oleh Dr. drh. Novalino H.G. Klau. Dalam sesi tersebut, peternak mendapat pemahaman tentang pentingnya penerapan biosekuriti kandang, sanitasi lingkungan, hingga teknik vaksinasi yang tepat sebagai langkah pencegahan penyakit.

Menurut Novalino, pencegahan menjadi kunci utama keberhasilan usaha peternakan rakyat karena kerugian akibat penyakit sering kali lebih besar dibandingkan biaya yang dikeluarkan untuk tindakan preventif.

Tidak hanya fokus pada aspek teknis budidaya, tim dosen Undana juga membekali peternak dengan kemampuan manajemen usaha. Para peserta diajak menghitung biaya produksi, memperkirakan keuntungan dari pemeliharaan 200 ekor ayam KUB, hingga menyusun strategi pengelolaan kas kelompok agar usaha dapat berjalan secara berkelanjutan.

Mulyantini menegaskan, penguatan aspek ekonomi sangat penting agar kelompok peternak mampu mengembangkan usaha secara mandiri tanpa ketergantungan pada bantuan modal dari luar.

“Peternak harus memahami bahwa keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh produksi, tetapi juga kemampuan mengelola keuangan dan merencanakan pengembangan usaha ke depan,” katanya.

Sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan usaha, peternak juga mulai diperkenalkan pada teknik seleksi calon induk unggul dari populasi 200 ekor ayam KUB yang dimiliki kelompok. Langkah tersebut diarahkan untuk menciptakan sistem pembibitan mandiri melalui rasio perkawinan ideal dan pemanfaatan mesin tetas sederhana.

Ketua Kelompok Peternak Desa Rabeka menyambut positif kegiatan yang dilaksanakan tim Undana. Ia menilai pelatihan tersebut memberikan pengetahuan baru yang sangat dibutuhkan peternak dalam menghadapi berbagai tantangan usaha ternak di tingkat desa.

“Kami sangat berterima kasih karena para dosen dari Undana datang langsung ke kampung kami. Pelatihan fermentasi pakan dan cara pencegahan penyakit ini sangat bermanfaat bagi kami. Harapan kami, ilmu yang diberikan bisa membantu meningkatkan hasil usaha peternakan di kelompok kami,” ujarnya.

Melalui program ini, Undana tidak hanya menjalankan fungsi pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi nyata bagi pengembangan peternakan rakyat yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur.

Komentar Anda?

Related posts