Dosen UPG 1945 NTT Lakukan Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat Kemenristekdikti

  • Whatsapp
banner 468x60

PORTALNTT.COM, ROTE NDAO – Pada tahun 2018 Kemenristekdikti melalui Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat membuka penerimaan proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tahun anggaran 2019.

Dalam kesempatan tersebut, dua orang dosen UniversitasPersatuan Guru 1945 NTT yang bernama Jolis Joskar AnderiasDjami, M.H., dan Melianus Toineno, M.H. ikut berkompetisi secara nasional, dan alhasil proposal Program Kemitraan Masyarakat mereka dengan judul “PKM Bengkel Motor Rumahan” dinyatakan lolos dan didanai untuk dilaksanakan.

#IklanHUTRI#

Adapaun tujuan utama dari kedua dosen tersebut melaksankan kegiatan ini adalah untuk membantu mitra yang sedang membuka usaha dalam bidang perbengkelan motor melalui dana yang telah disediakan oleh Pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini Direktorat Riset dan Pengabdian MasyarakatKemenristekdikti.

Diketahui bahwa mitra membuat bengkel motor apa adanya di depan rumahnya, dan bengkel tersebut dikelola oleh mitra atau yang dikenal dengan nama “Nager”, merupakan salah satu bengkel motor yang terletak di Jalan Banteng, Kelurahan Nunleu, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Bengkel ini di kelola olehseorang mekanik yang sekaligus berperan sebagai pemilik bengkel tersebut, dan dibantu oleh 4 orang pemuda putus sekolah. Pemilk bengkel “Nager” bernama Ronny Gousario.

Roni menempuh pendidikan Menengah di STM Negeri Kupang, tetapi oleh karena kondisi ekonomi keluarga yang tidak memungkinkan, menyembabkan Ronny tidak dapat melanjutkan studi ke jenjang Strata.

Ayah Roni bekerja sebagai kuli bangunan sedangkan ibunya sebagai ibu rumah tangga. Dalam kondisi seperti ini Ronny yang berprofesi sebagai pembalap motor jalanan, memilki jiwa juang yang tinggi untuk terus mempertahankan hidup.

Dengan kemampuan mekanik ketikamenempuh studi di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Kota Kupang, Ronny kemudian mengumpulkan uang melalui balapan motor untuk membuka sebuah bengkel kecil di depan rumahnya. Kerja keras dan keuletannya untuk terus belajar secara otodidak, bengkel Ronny semakin disenangi oleh kalangan muda-mudiyang ingin mengikuti lomba balap.

Bengkel motor ini tidak jual beli spare part motor, tetapi hanya menerima perbaikan motor dan cat motor oleh karena belum memiliki daya beli yang cukup.

Dalam kondisi dan situasi seperti inilah, dua dosen Unversitas Persatuan Guru 1945 NTT tersebut berusaha untuk membantu mitra agar mitra memperoleh pengetahuan, keterampilan dan, keahlian mekanik demi pengembangan karir mitra dan kemajuan bidang usaha yang sedang digeluti. Dan mitra diperlengkapi dengan peralatan motor (bengkel) demi menunjang profesi dan usahanya. (Daniel Timu)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60