PORTALNTT.COM, KUPANG – Ketua Komisi II DPRD Kota Kupang, Roy Riwu Kaho, menyatakan dukungannya kepada jajaran direksi baru Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar untuk segera mengambil langkah konkret dalam membenahi infrastruktur pasar induk di Kota Kupang.
Roy menyebut, pembenahan difokuskan pada Pasar Kasih, Pasar Oeba, dan Pasar Oebobo sebagai sentra aktivitas ekonomi masyarakat. Menurut dia, persoalan klasik di pasar tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
“Pembenahan ini krusial. Potensi pendapatan daerah masih sangat besar untuk dimaksimalkan, tetapi prasyaratnya adalah infrastruktur pasar yang memadai dan nyaman, baik bagi pedagang maupun pembeli,” ujar Roy saat ditemui di Kantor DPRD Kota Kupang, Senin (19/1/2026), usai kunjungan kerja Komisi II ke sejumlah mitra kerja.
Ia menambahkan, pembenahan infrastruktur harus dibarengi dengan penataan lapak yang lebih layak, pengelolaan sampah yang tertib, serta perbaikan fasilitas penunjang lainnya. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya tarik pasar tradisional sekaligus memperkuat daya saingnya.
Roy menegaskan, pembenahan pasar induk juga sejalan dengan target kinerja Perumda Pasar pada 2026. BUMD tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
“Target kontribusi Perumda Pasar kami tetapkan pada kisaran Rp 1 miliar hingga Rp 1,5 miliar,” kata Roy.







