Hendra Akui Puas Manfaatkan JKN Akses Layanan Kesehatan

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, MAUMERE – Terdaftar sebagai peserta segmen Pekerja Penerima Upah Badan Usaha (PPU BU) membuat Marsianus Hendra (32) dan keluarganya tenang. Hal ini ia ceritakan saat pengalamannya ketika anak keduanya jatuh sakit dan dilarikan ke rumah sakit.

 

“Sore itu, saat waktu telah menunjukkan pukul 6 sore, saat saya telah tiba dirumah ketika pulang kerja. Saya mendengar suara batuk anak kedua saya yang sangat keras. Istri saya pun terlihat sangat cemas melihat kondisi anak kami yang baru menginjakkan usia 3 bulan,” ujarnya menceritakan kejadian yang di alaminya.

 

“Orang tua mana yang tega mendengar anaknya yang batuk dan pilek keras sekali, apalagi anak kami masih bayi. Dikarenakan batuk yang tidak kunjung reda, anak saya sampai tidak mau diberikan asi. Saya pun bingung harus memeriksakan kondisi anak saya kemana, karena telah sore hari apabila saya membawa ke puskesmas tentu sampai sana puskesmas sudah tutup. Jadilah kami mengantarnya ke rumah sakit Lela yang dekat dengan rumah,” cerita laki-laki yang akrab disapa Hendra ini, Kamis (27/04).

 

Hendra yang pada saat itu bersama istri ke UGD rumah sakit langsung ditangani oleh dokter dan perawat disana. Ia cukup menunjukkan identitas dirinya dan langsung ditangani dengan cepat. Menurutnya pelayanan di rumah sakit tersebut sangat baik dan ia merasa sangat puas. Hendra membagikan cerita tentang proses administrasi yang sangat mudah ditambah tidak ada lagi fotocopy berkas.  

 

“Anak saya waktu itu sangat rewel semakin membuat kami panik. Sore hari itu kami ke UGD terdekat, setelah sampai di UGD rasa khawatir pun hilang begitu saja dan berubah menjadi tenang. Ketika melihat penanganan dokter dan perawat di UGD yang langsung dengan sigap menangani anak kami. Dengan hanya menunjukkan kartu identitas dan tanpa perlu lagi  fotocopy berkas banyak. Benar-benar proses administrasinya yang mudah dan tidak ribet. Dokter dan perawat di UGD sangat ramah, anak kami yang ditangani pun terlihat lebih nyaman dan membaik, sudah tidak terlalu batuk-batuk keras. Saya benar-benar merasa puas dengan pelayanannya,” ujar Hendra.

 

Lebih lanjut, Hendra bercerita jika anaknya dirawat selama lima hari di rumah sakit. Pelayanan selama lima hari di rumah sakit juga sangat memuaskan. Ia tidak dibedakan dengan pasien umum. Anaknya yang dirawat dikelas dua sesuai hak kelasnya, sehingga tidak dikenakan iur biaya sama sekali.

 

“Dokter dan perawat memperhatikan semua keadaan pasiennya satu per satu, termasuk anak saya yang dirawat disana. Anak saya yang dilayani tim medis dengan sangat baik, dengan pengecekan secara berkala, walau tidak diinfus anak saya diberikan obat melalui suntikan dan itu dilakukan secara rutin selama mendapatkan perawatan di rumah sakit,” ungkap Hendra.

 

Selain anak keduanya yang mengakses layanan kesehatan di rumah sakit. Hendra juga menceritakan pengalaman istrinya saat melahirkan anak keduanya yang dilakukan secara cesar di rumah sakit. Semua ditanggung program JKN dan istrinya dirawat dengan baik oleh dokter dan perawat pada saat itu. Tentunya itu menambah kebahagiaan Hendra dengan kelahiran anak keduanya, rasa syukur akan proses caesar yang istrinya telah jalani berjalan lancar dengan adanya Program JKN.

 

“Saya dan keluarga mengandalkan program JKN ini ketika mengakses layanan kesehatan. Dari proses pemeriksaan control kehamilan rutin sampai dengan proses persalinan caesar. Tidak bisa saya bayangkan berapa besar biaya yang harus dikeluarkan jika saya harus membayarnya sendiri,” tambah Hendra.  

 

Hendra berharap program JKN ini terus ada dan berkesinambungan. Karena hal ini sungguh dirasakan oleh dirinya pribadi serta keluarga, dan tentunya pasti masih banyak keluarga lainnya yang juga merasakan hal yang sama. Terbantu dengan adanya keberadaan program ini. Program JKN menjadi harapan semua masyarakat Indonesia tanpa adanya perbedaan peserta, usia, suku, ras, semua dilayani dengan baik tanpa diskriminasi, mengakhiri perbincangannya.

Komentar Anda?

Related posts