PORTALNTT.COM, ATAMBUA – Sejak bertransformasinya PT Askes (Persero) menjadi BPJS Kesehatan pada tahun 2014, secara otomatis kepesertaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) beserta pensiunannya masuk ke dalam program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
Tak terkecuali bagi Yacoba Pareira (62) yang merupakan istri dari pensiunan PNS dan sering memanfaatkan jaminan kesehatannya sejak era PT Askes (Persero) di fasilitas kesehatan.
Dijumpai ketika menjalani rawat jalan di RSUD Mgr. Gabriel Manek, Yacoba begitu ia akrab disapa bersedia berbagi ceritanya dalam memanfaatkan JKN-KIS.
“Saya sedang menunggu rawat jalan untuk kontrol diabetes, jantung dan penyakit ginjal yang saya derita. Saya rutin kontrol sebulan sekali sebagai peserta JKN-KIS. Kalau dulu saya dan suami berobat masih namanya Askes, sekarang sudah berubah menjadi BPJS Kesehatan,” ujar Yacoba.
Wanita paruh baya yang sehari-hari sibuk mengurus rumah tangga itu merasakan betul kehadiran negara dalam jaminan kesehatan. Menurutnya, dalam mengakses pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan, bila telah mengikuti prosedur yang berlaku, pasti akan mendapatkan pelayanan yang baik dan memuaskan.
Hal tersebut diakuinya karena dirinya sudah beberapa kali memanfaatkan pelayanan kesehatan sejak zaman PT Askes (Persero).
“Kalau saat zaman Askes dulu, suami saya pernah operasi prostat. Itu tanpa dikenakan biaya. Pernah juga tahun 2019 suami menjalani operasi karena ada timbul seperti bisul di belakang punggungnya. Awalnya kami menganggap itu hanya bisul biasa sehingga kami berobat di rumah saja, ternyata tidak kunjung sembuh. Akhirnya dibawa ke rumah sakit. Begitu pemeriksaan darah secara lengkap, ternyata suami saya terkena penyakit gula. Karena sudah semakin membesar dan membengkak akhirnya segera diambil tindakan untuk operasi,” ceritanya.
Dari pengalamannya tersebut, Yacoba mengaku puas akan layanan yang diperolehnya dan suami. Yacoba juga mengatakan sangat terbantu dengan adanya Program JKN-KIS yang sangat bermanfaat bagi dirinya.
“Dengan adanya program pemerintah seperti Program JKN-KIS ini, sangat meringankan beban masyarakat terutama saya yang mempunyai penyakit lebih dari satu, karena untuk kesehatan ini tidak murah, artinya sangat membutuhkan biaya besar jika kita sakit. Oleh karena itu saya sangat terbantu dengan adanya Program JKN-KIS dan semoga program ini harus terus berlanjut,” tutupnya. (PN)







