Home / Daerah / Kadis Kesehatan Angkat Bicara Terkait 50 Orang Terkonfirmasi Covid-19 di Lapas Kelas III Lembata

Kadis Kesehatan Angkat Bicara Terkait 50 Orang Terkonfirmasi Covid-19 di Lapas Kelas III Lembata

685 Kali dibaca

Bagikan Halaman ini

[addtoany]
[addtoany]

PORTALNTT.COM, LEMBATA – Sebanyak 50 orang warga di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas III Lembata Nusa Tenggara Timur terkomfirmasi covid-19. Dari 50 orang tersebut, terdiri dari 46 warga binaan dan 4 orang petugas Lapas.

Terkait dengan itu, pemerintah kabupaten Lembata dalam hal ini, kepala dinas kesehatan kabupaten Lembata, Drh. Mathias Beyeng angkat bicara.

Drh. Mathias Beyeng, kepada wartawan, Senin (3/5/2021) menjelaskan, untuk saat ini, disinfektan di semua ruangan di lapas sudah dilakukan pada hari sabtu, (1/5/2021).

“Pada hari Minggunya, ada edukasi sedikit dari puskesmas Lewoleba. Sehingga sudah ada pemisahan antara teman-teman yang terkonfirmasi covid-19 dan yang Orang Tanpa Gejalah (OTG) di ruangan tersendiri,” jelasnya.

Untuk pengendalian, kata drh Manto sapaan akrabnya, dinkes sudah bekerja sama dengan Lapas untuk disinfektan secara rutin.

“Dan itu akan dilaksanakan bersama dengan puskesmas Lewoleba sekaligus pemberian obat. Tindakan lain juga sudah dikerjakan bersama dengan pihak lapas,” terang Drh. Manto.

Dijelaskannya, dari 50 orang yang positif covid-19 dari Lapas Lembata, dua orang pasien diantaranya telah diisolasi di RSUD Lewoleba.

Sementara, terkait warga pengungsi bencana alam Banjir Bandang, dia menjelaskan, sesuai arahan dari gugus tugas Covid-19, akan dilakukan rapid Test termasuk kepada para relawan serta para ASN yang diperbantukan di posko-posko pengungsi.

“Kami sudah melakukan Rapid Test kepada 1159 orang pengungsi, relawan dan tenaga ASN yang ada di posko-posko. Baik yang tersebar dari Parakwalang dan di 9 posko yang ada di kabupaten Lembata serta beberapa pengungsi mandiri yang ada di Lewoleba,” tandasnya.

Dijelaskannya, pelaksanaan Rapid Antigen kepada para pengungsi dilaksanakan sejak 8 April 2021 hingga saat ini.

“Untuk warga pengungsi yang terkonfimasi positif Covid-19, hingga saat ini berjumlah 4 orang. Karena 1 Pasien Positif Covid-19 Meninggal dan tersisa 3 kasus. Dan dari 3 pasien covid-19 ini adalah tanpa gejala dan sedang di isolasi dan 3 hari kedepan akan dilaksanakan pemeriksaan rapid Antigen,” tutup mantan kadis pertanian kabupaten Lembata ini.

Penulis: Wilibaldus Kali
Editor: Jefri Tapobali

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

[addtoany]
[addtoany]