Ketua Panitia Akui Lalai, Setoran Rp40 jutaan dibalik Pameran Rote Ndao; Pungli atau Kontribusi Resmi?

  • Whatsapp

Penulis: Daniel Timu

PORTALNTT.COM, ROTE NDAO – Polemik dugaan pungutan uang dalam pelaksanaan Pameran Pembangunan dan Expo UMKM Kabupaten Rote Ndao kembali memasuki babak baru. Setelah sebelumnya muncul bantahan dari Koordinator Peserta Pameran, Guntur Bartels, kini Ketua Panitia Pameran dan Expo UMKM, Petson S. Hangge, S.Sos, secara terbuka mengakui adanya kelalaian panitia terkait informasi yang menyeret nama wartawan.

Sebagaimana dilansir dari Metrobuana-News, Petson Hangge yang juga menjabat sebagai Asisten I Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, menyampaikan permohonan maaf kepada insan pers dalam pertemuan bersama awak media di Ruang TBUPP Lantai II Kantor Bupati Rote Ndao, Selasa (11/8/2026).

Permintaan maaf tersebut disampaikan menyusul berkembangnya informasi yang menyebut seolah-olah terdapat wartawan yang menerima uang dari kegiatan Expo UMKM di Lapangan Christian Nehemia Dillak, Ba’a. Dalam pertemuan tersebut, Petson secara tegas menyatakan bahwa informasi mengenai wartawan menerima uang dari kegiatan Expo UMKM tidak benar.

Ia bahkan mengakui bahwa munculnya informasi tersebut merupakan akibat dari kelalaian pihak panitia dalam proses penyampaian maupun pencantuman informasi.

“Atas nama panitia, saya mohon maaf kepada teman-teman media. Terkait pencatutan wartawan menerima uang dari Expo UMKM pada pameran itu tidak benar. Itu adalah kelalaian kami,” ujar Petson Hangge.

Petson juga menjelaskan bahwa pihak panitia tidak pernah memiliki maksud untuk mencatut nama wartawan ataupun mengaitkan profesi wartawan dengan penerimaan uang dalam kegiatan Expo UMKM. Namun, ia mengakui bahwa terdapat kekeliruan yang semestinya dapat dicegah sejak awal. Menurutnya, persoalan tersebut menjadi evaluasi penting bagi panitia, terutama menyangkut komunikasi dan penyampaian informasi kepada peserta maupun pihak lain.

“Ini menjadi evaluasi bagi kami. Kami tidak bermaksud merugikan atau mencederai nama baik teman-teman wartawan. Kami mengakui bahwa ada kelalaian dari kami,” tegas Petson.

Polemik ini sebelumnya mencuat setelah sejumlah pemilik stan mengaku menyerahkan uang kepada koordinator peserta pameran dengan nominal tertentu. Dalam perkembangan berikutnya, Guntur Bartels membantah keras tudingan bahwa dirinya mencatut nama polisi dan wartawan.

Guntur menjelaskan bahwa uang yang terkumpul dari para peserta mencapai sekitar Rp40 jutaan dan menurut keterangannya telah diserahkan seluruhnya kepada Ketua Panitia, Petson Hangge. Guntur juga menyebut pengumpulan dana tersebut berawal dari kesepakatan peserta dan pemerintah daerah untuk membantu memenuhi kebutuhan operasional kegiatan, seperti lighting, sound system, listrik PLN dan hadiah hiburan.
Petson Hangge secara terbuka mengakui telah menerima uang yang dikumpulkan oleh GB. Namun ia meluruskan pemahaman yang berkembang di masyarakat.

“Uang yang kami terima itu bukan pungutan. Itu adalah sumbangan dari para pemilik stan permainan adu ketangkasan dan arisan berhadiah. Saya tidak pernah menunjuk GB sebagai pemungut. Semua pihak yang hadir dalam pertemuanlah yang secara bersama-sama meminta GB mengumpulkan sumbangan tersebut guna mendukung kelancaran kegiatan pameran,” jelas Petson.

Petson menjelaskan alasan munculnya sumbangan tersebut. Saat itu, saldo kas panitia masih bernilai nol, sementara kebutuhan operasional mendasar seperti pembayaran listrik, air, dan kebutuhan lain di lokasi pameran harus segera dipenuhi. Karena tidak ada anggaran yang tersedia, panitia kemudian meminta dukungan dari para pemilik stan yang bersedia membantu secara sukarela.

Publik Kini Menunggu Transparansi Dana Expo. Jika dana tersebut memang dikumpulkan untuk kebutuhan operasional Expo UMKM dan telah diserahkan kepada panitia, maka tentu rincian penerimaan dan penggunaannya bisa dibuka kepada publik.

Sebab, ketika uang peserta mulai dipersoalkan dan nama institusi kepolisian serta wartawan ikut terseret, transparansi bukan lagi sekadar pilihan, tetapi menjadi kunci untuk mengakhiri polemik.

Komentar Anda?

Related posts