Home / Daerah / Maurits Kalelena: Saya Siap Masuk Penjara dan Tanggalkan Jabatan Jika Dana PIP ini Bermasalah

Maurits Kalelena: Saya Siap Masuk Penjara dan Tanggalkan Jabatan Jika Dana PIP ini Bermasalah

1358 Kali dibaca
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Kupang Maurits Kalelena.

Bagikan Halaman ini

[addtoany]
[addtoany]

PORTALNTT.COM, KUPANG – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Kupang Maurits Kalelena menegaskan bahwa dirinya siap bertanggungjawab jika di kemudian hari nanti, dana PIP yang saat ini diberikan kepada sekian ribu siswa-siswi di Kota Kupang ini bermasalah. Bahkan Ia siap menanggalkan jabatannya sebagai anggota DPRD Kota Kupang.

“Ada opini bahwa dana ini adalah dana korupsi, tapi setelah saya tanyakan kepada pihak kementrian dalam kunjungan ke sana, jawaban yang saya dapat dari kementrian bahwa dana ini bukan dana hasil korupsi, tapi sah atau legal,” kata Maurits Kalelena saat mengdakan pertemuan dengan sekber Relawan Jokowi NTT dan sejumlah orang tua siswa penerima PIP, Rabu (11/1).

(Baca Juga: Kepsek Yang Menghambat PIP Bisa Disebut Makar, Segera Laporkan Ke Polisi)

Menurut Mus, pernyataan dari Kementrian Pendidikan dalam hal ini Dirjen pendidikan dasar dan menengah bahwa dari 514 kota/kabupaten yang ada di Indonesia hanya di Kota Kupang saja yang bermasalah dalam penyaluran PIP ini.

“Sebagai wakil dari bapa dan mama yang telah memilih saya, terus terang saya sangat prihatin dengan situasi ini. Mohon maaf saya harus bicara apa adanya bukan ada apanya, saya tetap pada posisi saya sebagai wakil rakyat. Dimana saya harus wajib hukumnya untuk memperjuangkan dan menindaklanjuti aspirasi bapa mama sampai titik darah penghabisan,” kata politisi Demokrat ini dan mendapat tepuk tangan dari seluruh masyarakat yang ada.

(Baca juga: Beasiswa PIP: Jefri Riwu Kore Is The Best, Yang lain Mikir-mikir Dulu)

Ia mengatakan, reformasi birokrasi itu sebenarnya memiliki spirit kalau ada yang gampang dipermudah, jangan ada yang mudah dipersulit.

Di Kota Kupang terdapat puluhan ribu siswa yang menerima beasiswa PIP tersebut, namun hingga saat ini belum semua tersalurkan. Salah satunya di SMAN 3 Kupang, Kepsek Selfi Dethan menolak memberikan surat keterangan kepada 1400 siswa penerima PIP di sekolah tersebut.  (Jefri)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

[addtoany]
[addtoany]