PORTALNTT.COM, KUPANG – Transformasi sebuah bank tidak selalu dimulai dari angka-angka di laporan keuangan. Di Bank NTT, perubahan justru diawali dari sesuatu yang tampak sederhana: ruang kerja yang bersih, lingkungan yang tertata, dan tumbuhnya kesadaran bahwa setiap pegawai memiliki tanggung jawab terhadap tempat ia bekerja.
Semangat itulah yang mewarnai kerja bakti serentak yang digelar PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) di Kantor Pusat dan seluruh kantor cabang, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Bank NTT yang akan diperingati pada 17 Juli 2026.
Tak hanya diikuti para karyawan, jajaran direksi dan seluruh pimpinan unit kerja turun langsung membersihkan lingkungan kantor. Pemandangan itu menjadi simbol bahwa budaya kerja dibangun dari keteladanan, bukan sekadar instruksi.
Direktur Utama Bank NTT Charlie Paulus mengatakan kerja bakti tersebut bukan agenda seremonial tahunan. Bagi manajemen, kegiatan itu merupakan bagian dari upaya membangun budaya organisasi yang lebih disiplin, tertib, dan bertanggung jawab.
“Kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Setiap pegawai harus merasa memiliki ruang kerjanya, mulai dari menata dokumen, menjaga kerapian meja kerja, hingga memastikan lingkungan kantor tetap bersih dan nyaman,” kata Charlie.
Menurutnya, profesionalisme tidak hanya tercermin dari kemampuan menyelesaikan pekerjaan atau mencapai target bisnis. Cara pegawai memperlakukan lingkungan kerjanya juga menjadi bagian dari budaya pelayanan yang ingin dibangun Bank NTT.
Lingkungan kerja yang rapi, kata Charlie, akan menciptakan suasana yang lebih nyaman, meningkatkan produktivitas, sekaligus memberikan pengalaman pelayanan yang lebih baik bagi nasabah.
Karena itu, gerakan tersebut tidak berhenti di dalam kantor. Melalui kerja bakti serentak, Bank NTT juga ingin menunjukkan bahwa perusahaan hadir sebagai bagian dari masyarakat dan memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan di sekitarnya.
Semangat kebersamaan itu kemudian menjadi benang merah dalam peringatan HUT ke-64 Bank NTT. Sejumlah kegiatan telah disiapkan, mulai dari turnamen futsal, pertandingan catur, hingga berbagai perlombaan yang melibatkan keluarga besar Bank NTT.
Beragam agenda tersebut dirancang bukan sekadar menjadi ajang perayaan, melainkan ruang untuk memperkuat komunikasi, membangun kolaborasi, dan mempererat hubungan antarkaryawan di seluruh jaringan Bank NTT.
Puncak peringatan HUT akan ditutup dengan kegiatan family gathering pada 18 Juli 2026 yang mempertemukan keluarga besar Bank NTT dari berbagai kantor cabang. Momentum itu diharapkan semakin memperkuat rasa memiliki terhadap perusahaan sekaligus membangun soliditas sebagai satu tim.
Di tengah upaya memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan kualitas layanan, dan menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat, Bank NTT menempatkan pembangunan budaya organisasi sebagai fondasi transformasi jangka panjang.
Manajemen meyakini, keberhasilan sebuah bank tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan aset, laba, maupun ekspansi bisnis, tetapi juga oleh kualitas manusia di dalamnya. Ketika disiplin, integritas, dan kepedulian menjadi budaya bersama, transformasi tidak lagi berhenti sebagai slogan, melainkan hadir dalam keseharian setiap insan Bank NTT.







