Mitos “Injak Lefik” dan Fakta Medis Plantar Fasciitis serta Cara Penanggulangannya

  • Whatsapp

oleh dr. Defrima Haning, (Kepala Puskesmas Korbafo)

PORTALNTT.COM, ROTE NDAO – Pernahkah merasakan nyeri tajam di tumit saat pertama kali menginjakkan kaki di lantai setelah bangun pagi ?. Rasa sakit itu sering membuat langkah terasa berat, bahkan memaksa sebagian orang berjalan terpincang di awal hari. Di tengah masyarakat Rote Ndao, keluhan ini kerap dikaitkan dengan mitos “su injak lefik”, yang dianggap sebagai guna-guna atau santet, benarkah demikian?

Dalam dunia medis, kondisi ini lebih dikenal sebagai Plantar Fasciitis. Salah satu penyebab paling umum nyeri tumit yang sering disalahartikan. Plantar fasciitis adalah kondisi gangguan pada jaringan plantar fascia, yaitu jaringan ikat tebal yang membentang dari tulang tumit (calcaneus) hingga ke jari-jari kaki dan berfungsi menopang lengkungan kaki. Kondisi ini terjadi akibat adanya tekanan berulang yang menyebabkan robekan mikro sehingga menimbulkan proses degeneratif dan inflamasi pada jaringan tersebut (Irfan et al., 2024).

Mengapa Nyeri Terasa Saat Bangun Pagi? Nyeri khas pada plantar fasciitis umumnya paling terasa saat langkah pertama di pagi hari. Hal ini disebabkan karena selama tidur, plantar fascia berada dalam posisi memendek, kemudian mengalami peregangan mendadak saat pertama kali berdiri. Nyeri biasanya akan berkurang setelah beberapa langkah, namun dapat muncul kembali setelah aktivitas berat atau berdiri lama (Pelto, 2019).

Faktor Risiko

Beberapa faktor risiko yang berkontribusi terhadap plantar fasciitis antara lain:
• Berat badan berlebih (Obesitas)
• Aktivitas berdiri atau berjalan dalam waktu lama
• Penggunaan alas kaki yang tidak mendukung lengkungan kaki
• Kelainan bentuk kaki seperti flat foot atau high arch
• Kekakuan otot betis dan tendon Achilles.

Penelitian menunjukkan bahwa tekanan berulang pada plantar fascia serta ketegangan berlebih dapat menyebabkan degenerasi jaringan yang berujung pada nyeri kronis (Sekti & Prasetyo, 2021).

Penanganan

Pendekatan penanganan Plantar Fasciitis umumnya dilakukan secara bertahap, dimulai dari terapi sederhana hingga intervensi lanjutan sesuai dengan respons pasien. Terapi Farmakologis
Untuk mengurangi keluhan nyeri, dokter dapat memberikan obat analgesik seperti; paracetamol maupun golongan antiinflamasi non-steroid (NSAID). Obat-obatan ini tidak hanya menurunkan intensitas nyeri, tetapi juga membantu mengendalikan proses inflamasi yang terjadi pada jaringan plantar fascia.

Rehabilitasi Fisik

Intervensi fisioterapi memiliki peran penting dalam proses pemulihan. Latihan peregangan yang menargetkan plantar fascia dan otot gastroknemius dapat membantu mengurangi kekakuan jaringan. Selain itu, latihan penguatan otot sekitar pergelangan kaki diperlukan untuk meningkatkan stabilitas dan distribusi beban saat berjalan.

Penggunaan kinesio taping juga dapat dipertimbangkan sebagai penunjang untuk mengurangi tekanan pada area yang mengalami iritasi.

Penyangga kaki dan sol sepatu khusus
Penggunaan alat bantu seperti night splint dapat membantu mempertahankan posisi
peregangan plantar fascia selama tidur, sehingga mengurangi nyeri saat langkah pertama di pagi hari. Di sisi lain, pemakaian insole khusus dapat membantu mendistribusikan tekanan secara lebih merata pada telapak kaki dan mengurangi beban berlebih pada tumit.

Terapi Invasif Minimal (Suntik Kortikostreroid). Pada kondisi tertentu yang tidak menunjukkan perbaikan dengan terapi konservatif, injeksi kortikosteroid dapat dipertimbangkan untuk menekan peradangan secara lebih efektif. Namun, penggunaannya harus dibatasi karena berpotensi menimbulkan efek samping pada jaringan bila di lakukan berulang.

Extracorporeal Shock Wave Therapy

Sebagai alternatif pada kasus kronis, terapi extracorporeal shock wave therapy (ESWT) dapat digunakan. Metode ini bekerja dengan menghantarkan gelombang energi ke area yang mengalami cedera guna merangsang proses regenerasi jaringan serta mengurangi persepsi nyeri.

Pencegahan

• Menggunakan alas kaki dengan bantalan yang nyaman untuk tumit dan dapat menyangga lengkungan bawah kaki dengan baik
• Tidak berdiri dalam waktu yang lama
• Melakukan peregangan pada kaki dan telapak kaki secara rutin, terutama sebelum berolahraga
• Tidak berolahraga pada permukaan yang keras
• Menurunkan berat badan jika menderita obesitas, serta menjaga berat badan agar tetap ideal

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa terapi ultrasound dan latihan peregangan dapat menurunkan nyeri serta meningkatkan fungsi aktivitas pasien (Azis & Abidin, 2024; Agustina & Emawati, 2024).

Nyeri tumit di pagi hari bukanlah hal mistis seperti yang sering diyakini sebagian masyarakat. Kondisi ini memiliki penjelasan ilmiah yang jelas dan dapat ditangani dengan baik melalui pendekatan medis. Edukasi kepada masyarakat sangat penting agar
kesalahpahaman dapat diluruskan dan penderita mendapatkan penanganan yang tepat.

Komentar Anda?

Related posts