Penulis: Daniel Timu
PORTALNTT.COM, ROTE NDAO – Polemik pelayanan kesehatan di Puskesmas Ndao, Kecamatan Ndao Nuse kini semakin melebar. Selain kekurangan Tenaga Kesehatan (Nakes), kini Nakes di Puskesmas Ndao juga terancam mendapatkan sanksi usai viral postingan di akun Facebook Puskesmas Ndao yang berisi pengumuman penutupan layanan UGD dan Rawat Inap pada beberapa waktu lalu.
Padahal postingan tersebut adalah suatu bentuk upaya mencari perhatian Pemda Rote terhadap para Nakes di Puskesmas Ndao yang jumlahnya terbatas tapi beban kerjanya sangat tinggi. Bahkan para perawat di Puskesmas Ndao yang hanya berjumlah 4 orang dipaksa untuk harus terus bekerja tanpa jeda demi pelayanan kesehatan bagi masyarakat Ndao Nuse.

Setelah viral postingan tersebut, Komisi II DPRD Rote Ndao telah melakukan RDP (Rapat Dengar Pendapat) bersama Plt. Kepala Dinas Kesehatan Rote Ndao, Kepala Puskesmas Ndao dan juga Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).
Dalam agenda RDP pada, Selasa (5/5/2026) lalu, Komisi II DPRD Rote Ndao merekomendasikan beberapa hal sebagai solusi dan meminta Pemda Rote memenuhi semua rekomendasi hasil RDP tersebut, diantaranya ;
1. Pemda Rote harus mengirim atau menempatkan tambahan Tenaga Kesehatan di Puskesmas Ndao
2. Penambahan insentif bagi Nakes di Puskesmas Ndao, dari Rp 1.000.000 menjadi Rp 2.000.000.
3. Pengelolaan akun medsos Puskesmas Ndao hanya dikelola oleh satu orang saja.
4. Para Nakes Puskesmas Ndao tidak boleh diberi sanksi hukum ataupun sanksi administratif terkait postingan medsos tersebut.
Semua rekomendasi hasil RDP tersebut tentunya bertujuan untuk menjaga semangat kerja serta kondisi mental para ASN yang bertugas di lapangan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kendati demikian, informasi diperoleh media ini dari salah seorang Nakes di Puskesmas Ndao pada, Senin (11/5/2026) mengatakan bahwa pihak Dinas Kesehatan Rote Ndao masih meminta para Nakes di Puskesmas Ndao untuk dilakukan pemeriksaan secara khusus (BAP) dengan meminta mereka membuat laporan Kronologis soal postingan di medsos tersebut.
“Pak Kapus bilang dari Dinas Kesehatan minta kami buat laporan soal postingan di medsos dan akan di BAP,” ungkap seorang Nakes Puskesmas Ndao pada media ini.
Maria Isabela,S.KM, MPH selaku Plt. Kepala Dinas Kesehatan Rote Ndao saat dimintai tanggapannya oleh media ini pada, Senin (11/5/2026) menjelaskan bahwa pihaknya juga telah melaporkan hal tersebut ke pimpinan (Bupati Rote Ndao).
“Tadi sudah kami laporkan ke pimpinan dalam rapat rapat, surat juga sudah kami naikkan ke pimpinan,” jawab Maria Isabela, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Rote Ndao.
Jawaban singkat dari Plt. Kadis Kesehatan Rote ini juga sama sekali tidak menjelaskan seperti apa laporan yang mereka sampaikan ke Bupati. Bahkan saat ditanyai media ini apakah benar Dinkes Rote akan melakukan BAP terhadap para Nakes di Puskesmas Ndao, Maria Isabela sama sekali tak merespon atau memberikan penjelasan terkait hal tersebut.
Hal ini terkesan menunjukkan bahwa Dinkes Rote Ndao tak mau mengakui kelemahan mereka dalam mendistribusi tenaga kesehatan ke Puskesmas Ndao, sebagimana pengakuan Kepala Puskesmas Ndao saat RDP tersebut mengatakan bahwa pihaknya telah tiga kali bersurat ke Dinkes Rote soal kekurangan Tenaga Kesehatan.
Sementara itu Anggota Komisi II DPRD Rote Ndao, Feky Machiel Boelan, SE saat dimintai tanggapannya oleh media ini menegaskan agar Pemda Rote ataupun Dinkes Rote tidak menekan para Nakes di Puskesmas Ndao. Feky Boelan berharap agar polemik di Puskesmas Ndao bisa dibicarakan baik-baik dengan Nakes tanpa harus ada paksaan ataupun tekanan.
“Kita berharap dibicarakan baik-baik dan di cari benang merahnya serta solusinya, dan laporan kronologis harus di kasih yang fakta. Jangan dibuat atas tekanan supaya kita bisa tau apa dan kenapa sampai di muat pengumuman itu,” ungkap Feky Boelan, Anggota Komisi II DPRD Rote Ndao.
Lebih lanjut, Feky Boelan juga menjelaskan bahwa postingan tersebut menurutnya adalah bentuk kekecewaan dari para Nakes Puskesmas Ndao yang harus bekerja dengan beban kerja yang tinggi. Feky Boelan juga meminta agar Pemda Rote secara serius menindaklanjuti semua rekomendasi hasil RDP di Komisi II DPRD Rote Ndao.
Feky Boelan juga berharap agar Pemda Rote Ndao juga tetap memperhatikan kesejahteraan para Nakes di Rote Ndao, terutama para Nakes yang bertugas di pulau terluar, serta tetap menjamin kenyamanan Nakes dalam bekerja dengan didukung sarana dan prasarana yang memadai guna menciptakan pelayanan kesehatan yang bermutu bagi masyarakat.







