Profesor Undana Masuk Top 5 Persen Ilmuwan Dunia 2026, Bukti Riset dari NTT Makin Diakui Global

  • Whatsapp
Prof. Dr. Yantus A.B. Neolaka, S.Pd., M.Si.

PORTALNTT.COM, KUPANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh sivitas akademika Universitas Nusa Cendana (Undana). Salah satu dosen dan peneliti terbaik Undana, Prof. Dr. Yantus A.B. Neolaka, S.Pd., M.Si., berhasil masuk dalam kategori Top 5% Scientists Worldwide 2026 berdasarkan pemeringkatan yang dilakukan oleh SciRank Global, sebuah platform pemeringkatan ilmuwan dunia yang menggunakan analisis bibliometrik berbasis data OpenAlex.

Dalam sistem pemeringkatan SciRank Global, kategori Top 5% diberikan kepada para peneliti yang memiliki performa lebih baik dibandingkan sekitar 95 persen peneliti aktif yang dianalisis dari berbagai negara dan disiplin ilmu.

Pengakuan internasional ini menjadi bukti nyata bahwa kualitas penelitian dan publikasi ilmiah yang dihasilkan oleh akademisi Universitas Nusa Cendana mampu bersaing di panggung dunia. Prestasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi Prof. Yantus, tetapi juga mengangkat reputasi Undana sebagai perguruan tinggi yang terus mendorong budaya riset, inovasi, dan publikasi ilmiah bereputasi internasional.

SciRank Global melakukan evaluasi terhadap jutaan peneliti dunia dengan memanfaatkan basis data ilmiah terbuka OpenAlex. Penilaian dilakukan melalui pendekatan bibliometrik yang menggabungkan dua indikator utama, yakni produktivitas ilmiah yang diukur melalui jumlah publikasi serta dampak penelitian yang dihitung berdasarkan jumlah sitasi.

Kedua indikator tersebut diberi bobot yang seimbang dalam menghasilkan nilai akhir yang dikenal sebagai Normalized Composite Score (NCS). Sistem ini menganalisis jutaan peneliti aktif dari berbagai bidang ilmu dan negara. 

Keunggulan metode yang digunakan SciRank Global terletak pada transparansi sumber data dan cakupan global yang luas. Dengan menggunakan OpenAlex sebagai basis data terbuka, para peneliti dari negara berkembang memiliki peluang yang lebih besar untuk memperoleh pengakuan internasional berdasarkan kinerja akademik yang terukur dan terdokumentasi secara objektif. 

Meski demikian, sejumlah kalangan akademik menilai bahwa SciRank Global masih merupakan sistem pemeringkatan yang relatif baru dan terus berkembang. Dibandingkan dengan pemeringkatan ilmuwan internasional yang telah mapan seperti daftar World’s Top 2% Scientists yang disusun Stanford University dan Elsevier, metodologi SciRank dinilai lebih sederhana karena belum memasukkan beberapa indikator bibliometrik lanjutan seperti h-index, sitasi terstandarisasi per bidang ilmu, maupun koreksi terhadap self-citation.

Namun demikian, masuk dalam kategori Top 5% Scientist Worldwide tetap merupakan pencapaian yang sangat prestisius. SciRank Global menyebutkan bahwa dari sekitar 10 juta peneliti aktif yang dianalisis secara global, hanya sekitar 500 ribu ilmuwan yang berhasil masuk dalam kelompok Top 5 persen terbaik dunia. 

Yang lebih membanggakan, pencapaian ini bukanlah pengakuan internasional pertama yang diraih Prof. Yantus. Sebelumnya, pada tahun 2024, dosen Program Studi Ilmu Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan tersebut berhasil masuk dalam daftar World’s Top 2 Percent Scientist 2024 yang dirilis oleh Stanford University dan Elsevier. Saat itu, Prof. Yantus tercatat berada pada peringkat ke-51 dari 223.153 akademisi dunia dalam bidang keilmuannya.

Prestasi tersebut kembali berlanjut pada tahun 2025 ketika Prof. Yantus untuk kedua kalinya secara berturut-turut berhasil masuk dalam daftar bergengsi World’s Top 2 Percent Scientists 2025 yang disusun Stanford University bekerja sama dengan Elsevier berdasarkan basis data Scopus. Capaian dua tahun berturut-turut tersebut menunjukkan konsistensi dan dedikasi tinggi dalam menghasilkan karya ilmiah yang berdampak luas bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

Rangkaian prestasi internasional yang diraih Prof. Yantus menjadi bukti bahwa akademisi dari kawasan timur Indonesia mampu bersaing dengan para ilmuwan terbaik dunia. Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan bahwa kualitas riset yang dihasilkan oleh Universitas Nusa Cendana terus mengalami peningkatan dan memperoleh pengakuan di tingkat global.(*)

Komentar Anda?

Related posts