Pengacara Montara Buka Suara: Erasmus Frans Tidak Pernah Terlibat Hitung Kompensasi Nemberala

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, ROTE NDAO – Isu miring yang belakangan beredar di tengah masyarakat Rote Barat terkait dugaan keterlibatan aktivis lingkungan Erasmus Frans Mandato dalam rendahnya nilai kompensasi kasus tumpahan minyak Montara di Desa Nemberala akhirnya mendapat bantahan langsung dari pihak yang terlibat dalam proses hukum tersebut.

Melalui sebuah surat resmi tertanggal 15 Maret 2026, pimpinan firma hukum Phelps Legal, Greg Phelps, menegaskan bahwa Erasmus Frans sama sekali tidak memiliki hubungan apa pun dengan perhitungan maupun distribusi kompensasi kepada petani rumput laut di Nemberala.

Dalam pernyataannya, Greg menyebut rumor yang menyudutkan Erasmus Frans sebagai informasi yang tidak benar dan menyesatkan.

“Erasmus Frans sama sekali tidak ada hubungannya, benar-benar tidak terlibat dengan perhitungan kompensasi untuk gugatan class action Montara,” tegas Greg dalam surat tersebut.

Perhitungan Dilakukan di Sydney

Greg menjelaskan bahwa seluruh proses perhitungan kerugian petani rumput laut dilakukan oleh tim pengacara dan akuntan di Sydney, Australia. Perhitungan tersebut didasarkan pada data produksi dan harga rumput laut yang dikumpulkan langsung dari 81 desa terdampak di wilayah Rote.

Data tersebut dikumpulkan saat tim Montara melakukan kunjungan lapangan pada tahun 2016 hingga 2017. Setiap desa diminta mengisi formulir mengenai produksi dan harga rumput laut pada periode 2007 hingga 2015.

Menurut Greg, variasi nilai kompensasi yang diterima tiap desa sangat bergantung pada data yang disampaikan oleh perangkat desa masing-masing.

“Beberapa desa melaporkan harga rumput laut lebih tinggi, sementara yang lain lebih rendah. Ada desa yang melaporkan produksi turun drastis, ada juga yang melaporkan pemulihan produksi. Semua itu adalah data yang diberikan oleh perangkat desa,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa rendahnya nilai kompensasi di Nemberala semata-mata merupakan hasil kalkulasi dari data yang disampaikan oleh perangkat desa Nemberala sendiri.

Hubungan Erasmus Frans Hanya Sebatas Persahabatan

Dalam catatan pribadinya kepada masyarakat Rote Barat, Greg juga menegaskan bahwa hubungannya dengan Erasmus Frans hanya sebatas hubungan pertemanan dan penyedia jasa penginapan.

Selama tim hukum Montara bekerja di Rote sejak 2014, mereka menginap di penginapan milik Erasmus Frans. Greg menyebut bahwa satu-satunya transaksi keuangan antara dirinya dan Erasmus hanyalah pembayaran biaya penginapan.

“Tidak pernah ada uang lain yang berpindah tangan di antara kami,” tulis Greg.

Ia bahkan menggambarkan Erasmus Frans sebagai sosok yang memiliki kepedulian besar terhadap masyarakat Pulau Rote.

“Saya tahu Pak Mus peduli pada Pulau Rote dan masyarakatnya dengan kebaikan dan kasih yang besar,” ungkapnya.

Meluruskan Isu yang Menyudutkan

Greg mengaku sangat kecewa dengan rumor yang berkembang di masyarakat karena tuduhan tersebut bukan hanya menyerang Erasmus Frans, tetapi juga secara tidak langsung menuduh tim hukum Montara melakukan manipulasi dana kompensasi.

Padahal menurutnya, perjuangan yang dilakukan timnya di pengadilan selama bertahun-tahun semata-mata untuk membela para petani rumput laut yang terdampak tumpahan minyak Montara pada tahun 2009.

Ia bahkan mengingatkan masyarakat Rote Barat untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu yang tidak berdasar dan tetap menjunjung nilai-nilai kejujuran.

“Saya meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan kebohongan tentang Pak Mus dan tentang saya,” tulisnya.

Nama Baik yang Perlu Dijaga

Bantahan langsung dari pihak yang terlibat dalam proses hukum Montara ini menjadi penegasan penting bahwa tudingan terhadap Erasmus Frans tidak memiliki dasar fakta.

Di tengah berbagai dinamika yang terjadi di Rote Ndao, klarifikasi ini juga menjadi pengingat bahwa perjuangan panjang dalam kasus Montara seharusnya tidak ternodai oleh rumor yang berpotensi merusak nama baik pihak-pihak yang selama ini justru berkontribusi bagi masyarakat.

Bagi banyak warga Rote, sosok Erasmus Frans sendiri dikenal sebagai figur yang kerap bersuara lantang membela kepentingan masyarakat dan lingkungan di pulau Rote.

Komentar Anda?

Related posts