Home / Daerah / Perjuangan Warga Nasipanaf Perbaiki Jalan Harus Terhenti Karena Kehabisan Bahan

Perjuangan Warga Nasipanaf Perbaiki Jalan Harus Terhenti Karena Kehabisan Bahan

279 Kali dibaca

Bagikan Halaman ini

[addtoany]
[addtoany]

PORTALNTT.COM, KOTA KUPANG – Selama kurang lebih 3 minggu warga Nasipanaf Kelurahan Penfui bergotong royong memperbaiki jalan sadar bakti dari Kampung Baru – Nasipanaf.

Antusias warga Nasipanaf begitu luar biasa, tua muda, laki-laki perempuan ramai-ramai turun ke jalan untuk memperbaiki jalan yang selama ini telah “memakan korban”.

Namun antusias dan semangat yang luar biasa itu harus terhenti. Lantaran warga kehabisan bahan dan material untuk memperbaiki jalan ini.

Koordinator lapangan, Hasan Mansyur, mengungkapkan pekerjaan warga masyarakat Nasipanaf hari ini harus terhenti karena kehabisan bahan dan material.

“Kami sudah menjalankan proposal-proposal ke sejumlah donatur yang dapat membantu kami warga Nasipanaf menyelesaikan perbaikan jalan ini, tapi belum semuanya bisa terkumpulkan,” ungkap Hasan pada media ini, Kamis (30/7/2020).

Ia berharap para donatur ataupun pihak-pihak yang punya kerelaan hati bisa membantu warga masyarakat sehingga bisa menyelesaikan pekerjaan perbaikan jalan.

“Kami semua berdoa kepada Tuhan semoga dibukakan jalan melalui para donatur dan orang perorangan maupun pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap kesulitan warga di sini,” katanya.

Diakui Hasan, jalan Sadar Bakti sudah bertahun-tahun tidak diperhatikan oleh pemerintah sehingga hal itu membuat warga berinisiatif secara swadaya memperbaiki jalan.

“Jalan ini sudah banyak memakan korban. Banyak yang celaka. Kami menganggap sampai manusia muncul tanduk pun jalan ini tidak akan bisa diperbaiki. Maka kami bersepakat untuk membangun jalan ini secara swadaya dengan dukungan dari para donatur yang memiliki kepedulian dan hati nurani terhadap penderitaan kami warga di Nasipanaf,” tandas Hasan.

Ketua Karang Taruna Adisucipto Penfui, Jefri Tapobali mengaku semangat masyarakat terutama orang-orang muda sangat dahsyat.

“Kami orang muda memiliki semangat juang tinggi untuk memperbaiki jalan ini. Hal itu biasa terlihat setiap hari setiap jam 3 sore dimulai pekerjaan, kami orang muda turun ke jalan tanpa peduli panasnya mentari menyengat kulit. Kami berkeinginan jalan ini harus diperbaiki agar bisa dinikmati oleh orang banyak,” ungkap Tapobali.

Namun semangat saja tidak cukup, kata Tapobali, karena dengan segala keterbatasan yang ada pekerjaan harus terhenti karena kekurangan bahan material sehingga pekerjaan hari ini berakhir lebih awal.

“Kami tidak bisa berbuat banyak karena menyangkut ketersidaan bahan. Semoga saja ada pihak donatur ataupun siapapun yang dengan ikhlas hati mau menyumbang material agar kami dapat melanjutkan pekerjaan ini,” imbuh Tapobali.

“Kami orang muda sudah bertekad untuk menyelesaikan pekerjaan ini sampai tuntas jika memungkinkan dengan ketersidaan bahan. Inilah bentuk tanggung jawab orang muda terhadap lingkungan dimana kami berada,” pungkas Tapobali. (Red)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

[addtoany]
[addtoany]