PORTALNTT.COM, KUPANG – Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri Semuel Bale, ST., M.Eng, bertemu dengan anggota DPR RI asal NTT, Umbu Rudi Kabunang, dalam sebuah pertemuan yang menegaskan pentingnya kolaborasi antara kampus dan parlemen untuk memperjuangkan kepentingan Nusa Tenggara Timur di tingkat nasional, Jumat (20/2/2026).
Pertemuan itu bukan sekadar silaturahmi. Keduanya membahas langkah konkret membangun sinergi akademik–legislatif agar setiap isu yang dibawa ke Senayan memiliki fondasi ilmiah yang kuat dan berbasis data.
Rektor Undana, Prof Jefri Bale menegaskan, perguruan tinggi tidak boleh terjebak menjadi “menara gading” yang jauh dari realitas sosial. Sebagai kampus negeri terbesar di NTT, Undana memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk hadir di tengah persoalan masyarakat, sekaligus memberi dukungan substantif bagi para wakil rakyat dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran.
“Kami siap memberikan dukungan penuh dalam bentuk kajian akademik, penelitian, potret data lapangan, hingga penyusunan naskah akademik dan rekomendasi kebijakan. Setiap perjuangan politik di pusat perlu ditopang analisis yang kuat agar kebijakan yang lahir benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat NTT,” ujar Rektor.
Menurutnya, banyak persoalan daerah, mulai dari pendidikan, kemiskinan, konflik agraria, hingga relasi sosial di tingkat desa, membutuhkan pendekatan berbasis riset. Undana, dengan sumber daya dan kepakaran lintas disiplin yang dimiliki, siap menjadi mitra strategis DPR RI dalam merumuskan solusi yang terukur dan berkelanjutan.
Di sisi lain, Undana juga berharap dukungan nyata dari pemerintah pusat melalui jalur DPR RI, terutama dalam penguatan layanan pendidikan dari jenjang dasar hingga pendidikan tinggi. Rektor menilai, intervensi anggaran pusat sangat diperlukan untuk pengembangan institusi, pembukaan program studi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat NTT, serta peningkatan sarana dan prasarana kampus.
“Kapasitas fiskal daerah terbatas. Karena itu, dukungan anggaran dari pusat menjadi kunci agar pengembangan pendidikan di NTT bisa berjalan optimal,” tegasnya.
Umbu Rudi Kabunang menyambut baik komitmen tersebut. Ia menilai kolaborasi dengan Undana akan memperkuat kualitas perjuangan aspirasi masyarakat NTT di parlemen. Menurutnya, banyak isu daerah yang kerap terkendala pada minimnya data dan kajian komprehensif, sehingga membutuhkan dukungan akademik yang solid.
Sebagai anggota DPR, ia juga menyoroti peran Pos Bantuan Hukum (Posbakum) yang telah dibangun di ribuan desa. Ia berharap Undana dapat terlibat dalam pendampingan serta menjadikan Posbakum sebagai “laboratorium sosial” untuk mengkaji akar persoalan hukum dan sosial di tingkat desa.
“Pendekatannya bukan semata-mata pemenjaraan atau pembalasan, tetapi bagaimana memulihkan hak korban, memperbaiki relasi sosial, dan menyelesaikan persoalan dengan mengedepankan kearifan lokal,” ujarnya.
Ia menambahkan, persoalan tanah, perdata, pidana, hingga hubungan masyarakat dengan pemerintah perlu dikaji secara mendalam agar solusi yang ditawarkan tidak menimbulkan masalah baru di kemudian hari. Dalam konteks itu, peran akademisi dinilai sangat strategis untuk menghadirkan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan sekaligus sensitif terhadap nilai-nilai adat dan budaya setempat.
Kedua pihak sepakat mendorong forum diskusi yang lebih intensif antara seluruh perguruan tinggi di NTT dan para anggota DPR RI asal daerah tersebut. Forum itu diharapkan menjadi ruang pertukaran gagasan sekaligus wadah penyusunan policy brief, riset kolaboratif, dan naskah akademik lintas disiplin.
Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa kampus dan parlemen dapat berjalan beriringan. Dengan fondasi ilmiah yang kokoh dan komitmen politik yang berpihak pada rakyat, isu-isu strategis NTT diharapkan tak lagi sekadar wacana, melainkan menjelma menjadi kebijakan nyata yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.







