Biaya HOK Minim, Bantuan Rehabilitasi RLH Desa Daleholu Terancam Tak Terlaksana

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM – ROTE NDAO, Bantuan Rehabilitasi Rumah Layak Huni (RLH) di Desa Daleholu, Kec. Rote Selatan terancam tak terlaksana lantaran biaya upah Hari Orang Kerja (HOK) yang sangat minim, yakni hanya senilai Rp 1.980.000 yang terbagi untuk upah Pekerja sebesar Rp 1.260.000 dan untuk upah tukang sebesar Rp 720.000.

Hal tersebut dikeluhkan oleh Naomi Bell (53) warga Dusun Oele, yang adalah salah satu penerima Bantuan Rehabilitasi RLH di Desa Daleholu untuk Tahun Anggaran 2020.

Seperti yang ditemui langsung oleh media ini di rumahnya pada, Kamis (28/5/2020), kondisi Rumahnya Naomi Bell ini memang layak untuk mendapat bantuan RLH dari pemerintah, karena rumahnya sudah tua, temboknya sudah tak bisa bertahan lama. Atapnya sudah banyak bocor.

Naomi mengaku tak sanggup untuk bayar biaya tukang, hal tersebutlah yang menjadi sebab terhambatnya pengerjaan RLH miliknya karena menurutnya, sudah banyak tukang yang coba dia hubungi, namun tak ada yang mau terima pekerjaan itu.

“Dari awal saya hanya dikasi tau oleh sekdes kalo saya dapat bantuan rehab rumah, tapi saya tidak diminta untuk tanda tangan surat apapun. Bahan material yang sudah diberikan Semen 7 Sak, Pasir setengah ret, Kusen, Batako 116 buah, Besi 6mm ada 8 staf dan besi 10mm 15 staf dan Seng 61 lembar,” ungkap Naomi.

“Ada beberapa tukang yang saya hubungi tapi tidak ada yang mau karena kata tukang bahan yang ada (sesuai RAB) tidak cukup untuk rehab rumah saya. Juga bayaran untuk tukang sedikit cuma Rp 1.980.000, itu tidak cukup,” lanjut Naomi dengan nada sedih.

Naomi yang adalah janda miskin ini juga mengaku pasrah dan menjelaskan bahwa jika tidak ada tukang yang mau kerjakan rumahnya dengan bayaran sesuai RAB itu , maka dia pun tidak punya uang untuk membayar jasa tukang dan tidak bisa mengerjakan Rehab rumahnya.

Dirinya berharap agar semoga pihak desa mau menambahkan lagi biaya HOK dan bahan material agar rumahnya bisa dikerjakan.

Sementara itu, Penjabat Kepala Desa (Pj Kades) Daleholu, Paulus Bengu ketika dikonfirmasi melalui sambungan selular menjelaskan bahwa keterlambatan pengerjaan Rehab RLH milik Naomi dikarenakan Naomi masih sibuk panen padi sawah.

“Untuk material sudah lengkap sesuai RAB. Tapi Belum bisa di kerjakan karna Ibu Naomi masih panen,” singkat Paulus.

Menanggapi hal tersebut, Maria Dolorosa Bria,S.Pi, MenvSi Kepala Bidang Pemerintahan dan Desa (Kabid Pemdes) di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kab. Rote Ndao, pada Jumat (29/5/2020) di Ruang kerjanya, Kantor Dinas PMD Rote Ndao, menjelaskan dirinya akan konsultasikan hal tersebut dengan Tim Teknis di Dinas PMD Rote Ndao.

“Nanti kami konsultasikan dengan Tim Teknis dan Kades Daleholu agar kalo masih ada anggaran maka bisa diatur agar RAB rumahnya Ibu Naomi diubah sesuai kebutuhan yang ada,” jelas Maria.

Untuk diketahui, biaya Rehab Rumahnya Naomi Bell ini sesuai RAB, anggarannya hanya sebesar Rp 20.000.000 yang bersumber dari Dana Desa Daleholu Tahun Anggaran 2020. (Daniel Timu)

Komentar Anda?

Related posts